Senin, 20 Mei 2019
Senin, 13 Mei 2019
HUKUM BACAAN RO' TAFKHIM DAN RO' TARQIQ
Hukum bacaan ra ( ر )
- Ra Tafhim ( تفحيم ) artinya ra yang dibaca tebal .
Jika huruf ra berharakat fathah atau fathatain ( رَ / رً )
Contoh :
- Ra difathahرَبُّكُمْ - رَبِّ الْفَلَقِ - غُفِرَلَهُ - اَلَمْ تَرَ ( ر)
- Ra difathatainنَارًا - خَيْرًا - طَيْرًا - شرًا ( رً )
Jika ra berharakat dammah atau dammatain ( رُ / رٌ )
Contoh :
- Ra dammahرُزِقْنَا - كَفَرُوْا - أَكْبَرُ - نَصْرُاللهِ ( رُ )
- Ra dhammatainغفورٌ - أجرٌ - مَبرُورٌ - نورٌ ( رٌ )
Jika ra berharakat sukun jatuh sesudah huruf yang difathah atau didammah ( + رْ ـُـ / رْ + ـَـ )
Contoh :
- Ra sukun jatuh sesudah huruf difathah ( رْ + ـَـ )
وَأَرْسَلَ - تَرْمِيْهِمْ - فَأَ ثَرْنَ بِهِ - وَانْحَرْ
- Ra sukun jatuh sesudah huruf didammah ( ــُ + رْ )
تُرْحَمُوْنَ - مُرْسَلِيْنَ - قُرْآنٌ - مُرْتَفَقًا
Jika ra berharakat sukun didahului oleh huruf yang berharakat kasrah tetapi kasrahnya tidak asli dari kalimat itu. ( رْ / kasrah tidak asli )
Contoh : اِرْجِعِىْ - اِرْكَبْ - اِرْحَمْنَا
Jika ra berharakat sukun sedangkan huruf sebelumnya berharakat kasrah asli, namun sesudah ra sukun itu ada huruf ISTI’LA ( إسـتـعـلاء ) yang tidak dikasrah (huruf isti’la tidak dikasrah + رْ + / kasrah asli ).
Sedangkan huruf isti’la itu ialah ص - ض - ط - ظ - خ - غ - ق
Contoh : قِرْطَاسٌ - مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ - مِرْصَادٌ
- Ra Tarqiq ( ترقيق ) tipis / Muraqqaqah
Jika ra berharakat kasrah atau kasratain ( ِر / ٍر )
Contoh :
- Ra dikasrah ( ِر )ِرِمَاحُكُم ْ - كَرِيْمٌ - مِنَ الرِّّجَالِ - Ra dikasratain ( ٍر )بِضُرِّ - لَفِىْ حُسْرٍ
Jika ra berharakat sukun dan huruf sebelumnya berharakat kasrah asli tetapi sesudah ra sukun bukan huruf isti’la. ( bukan huruf isti’la + رْ + ـِـ ).
Contoh : فِرْعَوْنَ - فَبَشِّرْهُ - وَأَنْذَرْبِهِ - مِْرفَقًا
Jika ra diwaqafkan dan huruf sebelumnya ya sukun ( ra waqaf + يْ )
Contoh :شَيْئٍ قَدِ يْرٌ- وَهُوَالسَّمِيْعُ الْخَبِيْر سَمِيْع ٌبَصِيْرٌ- لَكُم ُالْخَيْرُ
Jika ra diwaqafkan dan huruf sebelumnya dikasrah ( ra waqaf + ـِـ )
Contoh :وَلاَ ناَصِرَ - هُوَالْكَافِرُ - بِمُصَيْطِرٍ
- Jawazul Wajhain ( جواز الوجهين ) artinya boleh dibaca tebal dan boleh dibaca tipis
Huruf ra boleh dibaca tafkhim atau tarqiq jika ra itu disukun dan huruf sebelumnya dikasrah sedangkan setelah ra sukun itu ada huruf isti’la yang dikasrah. (huruf isti’la yang dikasrah + رْ + ِ )
Contoh :مِنْ عِرْضِهِ - بِحِرْصٍ
Hukum bacaan Lam Jalalah (TAFKHIM & TARQIQ)
Hukum bacaan Lam Tafkhim dan Tarqiq ( huruf lam pada
Lafad الله / Lam Jalaalah )
Ada dua cara mengucapkan huruf ل (lam) pada Lafad الله (Lam Jalaalah) yaitu,
secara Tafkhim (tebal) dan secara Tarqiq (tipis).
1.
Huruf ل (lam) itu diucapkan secara tafkhim (tebal), apabila didahului
oleh harokat Fathah (َ)
bunyi ‘a’ , atau harokat Dhommah (ُ) bunyi ‘u’.
Contoh : - عَلَى
ٱللَّهِ -
وَيَمۡحُ ٱللَّهُ
2.
Sedangkan huruf ل (lam) itu diucapkan secara tarqiq (tipis), apabila didahului
oleh harokat Kasroh (ِ) bunyi ‘i’. Contoh : - ٱلۡحَمۡدُ
لِلَّهِ -
فَإِن يَشَإِ ٱللَّهُ
أَمۡ
يَقُولُونَ ٱفۡتَرَىٰ عَلَى
ٱللَّهِ كَذِبٗاۖ فَإِن يَشَإِ ٱللَّهُ يَخۡتِمۡ عَلَىٰ قَلۡبِكَۗ وَيَمۡحُ ٱللَّهُ ٱلۡبَٰطِلَ وَيُحِقُّ ٱلۡحَقَّ
بِكَلِمَٰتِهِۦٓۚ إِنَّهُۥ عَلِيمُۢ بِذَاتِ ٱلصُّدُورِ ٢٤
Surat Asy-Syuraa’ ayat 24
Langganan:
Komentar (Atom)