Selasa, 15 November 2016

BAB VIII SEJARAH NABI MUHAMMAD SAW.

BAB VIII
Sejarah Nabi Muhammad SAW    


1. Masa Kelahiran Nabi Muhammad SAW dan Kebiasaan Masyarakat Jahiliyah

Minggu, 13 November 2016

BAB VII SHALAT BERJAMA'AH DAN MUNFARID

BAB VII 
SHALAT BERJAMAAH DAN MUNFARID

1. Pengertian Shalat jamaah dan munfarid serta dasar hukumnya

Secara bahasa, jama’ah artinya berkumpul. Jadi, shalat jama’ah ialah salat yang dikerjakan atau dilakukan secara bersama-sama oleh dua orang atau lebih dan terdiri dari imam dan makmum dengan persyaratan tertentu. Orang yang mimimpin salat jamaah disebut imam, sedangkan orang yang mengikuti imam disebut makmum.
Hukum salat jamaah adalah sunah muakkad, artinya salat jamaah sangat dianjurkan untuk selalu dilakukan.
Mengerjakan shalat jamaah di masjid adalah lebih afdhal baik bagi laki-laki, bergitu juga bagi wanita selama aman dari fitnah dan gangguan.

Shalat munfarid adalah shalat yang dikerjakan secara sendirian, tidak ada imam dan tidak ada makmum.
Keutamaan shalat berjamaah sangat besar, pahalanya sangat agung, kelebihan shalat berjamaah dengan shalat sendirian adalah 27 derajat. Hal ini dijelaskan dalam hadis sebagai berikut:

BAB VI Shalat Wajib

BAB VI
SHOLAT FARDHU

1.    Pengertian dan Hukum Shalat
Shalat menurut bahasa berarti do’a, sedang menurut  istilah adalah suatu rangkaian ibadah yang terdiri dari perkataan dan perbuatan yang diawali dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam dengan tata cara dan syarat-syarat tertentu. 
Shalat hukumnya wajib’ain bagi setiap muslim yang telah berusia akil baligh. Dasar Hukum (dalilnya) yaitu :
  1.  QS. An-Nisa’: 103
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱصۡبِرُواْ وَصَابِرُواْ وَرَابِطُواْ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُونَ ٢٠٠

Artinya :  “ Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat (mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman “(Q.s. An-Nisa’:103)

Senin, 17 Oktober 2016

BAB V THAHARAH (BERSUCI)

BAB V
THAHARAH (BERSUCI)

Thaharah itu terbagi menjadi dua bagian: lahir dan batin. Thaharah batin adalah membersihkan jiwa dari pengaruh-pengaruh dosa dan maksiat dengan bertobat dengan sebenar-benarnya dari semua dosa dan maksiat, dan membersihkan hati dari kotoran syirik, ragu-ragu, dengki, khianat, sombong, ujub, riya, dan sum'ah dengan ikhlas, yakin, cinta kebaikan, lemah lembut, benar, tawadu, dan mengharapkan keridaan Allah SWT dengan semua niat dan amal saleh. Sedangkan thaharah lahir adalah bersuci dari najis dan dari hadats (kotoran yang bisa dihilangkan dengan wudu, mandi, atau tayammum).
Thaharah dari najis adalah menghilangkan najis dengan air yang suci, baik dari pakaian orang yang hendak salat, badan, ataupun tempat salatnya. Thaharah dari hadats adalah dengan wudu, mandi, atau tayamum. Allah SWT. berfirman :

Minggu, 02 Oktober 2016

SOAL ULANGAN TENGAH SEMESTER GANJIL 2016/2017 KELAS VII

PEMERINTAH KOTA BALIKPAPAN
DINAS PENDIDIKAN
SMP NEGERI 22 BALIKPAPAN
ULANGAN MID SEMESTER GANJIL
TAHUN PELAJARAN 2016/2017
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam                           Kelas   : VII (Tujuh
Hari/Tanggal    :  Senin,    Oktober 2016                                 Waktu : 90 Menit

Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan baik dan benar!

1.      Ilmu Tajwid” adalah....
2.      Huruf-huruf Hijaiyah ada 28, yaitu : .....
3.      Sebutkan ciri-ciri “Idzhar Qamariyah”?
4.      Sebutkan ciri-ciri “Idgham Syamsiyah”?
Perhatikan ayat berikut ini ! untuk menjawab soal no. 5 – 6

Selasa, 27 September 2016

AKHLAK TERPUJI ( BAB IV. TAWADDU', TA'AT, QANA'AH DAN SABAR )

BAB IV
AKHLAK TERPUJI
(Tawadhu’, Ta’at, Qana’ah dan Sabar)
           
Akhlak disebut juga tingkah laku (perilaku), adab, watak, sifat, perangai, tabi’at, moral dan budi pekerti. Akhlak dibagi menjadi dua macam yaitu: akhlak terpuji (akhlak mahmudah) dan akhlak tercela (akhlak madzmumah). Akhlak terpuji (mahmudah) adalah perilaku baik yang tidak merugikan dan membahayakan orang lain serta membawa kebaikan bagi dirinya maupun orang lain. Sedangkan akhlak tercela (madzmumah) adalah perilaku buruk seseorang yang bisa membawa mudharat (kejelekan) baik bagi dirinya ataupun orang disekitarnya.

MACAM-MACAM AKHLAK

Rabu, 21 September 2016

ASMA'UL HUSNA

BAB III

ASMA’UL HUSNA

A.    Pengertian Asma’ul Husna

Dalam bahasa Arab Asma berarti nama-nama, sedangkan al-Husna berarti yang baik. Jadi secara bahasa asma’ul husna artinya nama-nama yang baik. Sedangkan menurut istilah Asma’ul Husna adalah nama-nama yang terbaik yang dimiliki oleh Allah SWT sesuai dengan sifat kesempurnaan, keagungan dan kemuliaan-Nya.
Allah SWT. berfirman:
وَلِلَّهِ ٱلۡأَسۡمَآءُ ٱلۡحُسۡنَىٰ فَٱدۡعُوهُ بِهَاۖ وَذَرُواْ ٱلَّذِينَ يُلۡحِدُونَ فِيٓ أَسۡمَٰٓئِهِۦۚ سَيُجۡزَوۡنَ مَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ ١٨٠

Senin, 12 September 2016

Ulangan Harian II ( Iman Kepada Allah Swt )

SMP NEGERI 22 BALIKPAPAN
ULANGAN HARIAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Standar Kompetensi :
2. Meningkatkan keimanan kepada Allah SWT melalui pemahaman sifat-sifat-Nya

Kompetensi Dasar     : 2.1 Membaca ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan sifat-sifat Allah
   2.2 Menyebutkan arti ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan sifat-sifat Allah SWT.

Hari/Tanggal   : …………………………………….             Waktu             : 80 Menit
Nama               : …………………………………….             Kelas               : ……………………

                                                                                                                                    KKM = 76
 
 


Senin, 05 September 2016

BAB II Iman Kepada Allah SWT.


BAB II
IMAN KEPADA ALLAH SWT.

Adanya alam semesta ini merupakan bukti bahwa Allah SWT. Tuhan Yang Maha Kuasa. Tuhan yang menciptakan alam semesta dan yang mengaturnya. Tidak ada Tuhan selain Allah SWT yang wajib disembah. Umat islam meyakini adanya Allah SWT dan mengetahui sifat-sifatnya, agar menjadi mukmin sejati. Dengan modal iman inilah kita akan menjalankan perintah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya.
Rukun Iman terdiri dari 6 perkara, yaitu:
1. Iman kepada Allah SWT.    
2. Iman Kepada Malaikat        
3. Iman kepada Kitab-kitab Allah    
4. Iman kepada Rasul-rasul Allah       
5. Iman kepada Hari Kiamat   
6. Iman kepada Qada’ dan Qadar
Iman kepada Allah SWT adalah rukun iman yang pertama. Hal ini menunjukkan bhawa iman kepada Allah SWT merupakan hal yang paling pokok dan mendasar bagi keimanan dan seluruh ajaran Islam.






Senin, 22 Agustus 2016

Ulangan Harian I ( Alif Lam Syamsiyah dan Qamariyah )

SMP NEGERI 22 BALIKPAPAN
ULANGAN HARIAN I
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

STANDAR KOMPETENSI :
Menerapkan Hukum Bacaan ”Al” Syamsiyah Dan ”Al” Qomariyah.

Hari/Tanggal   : …………………………………….             Waktu             : 80 Menit ( 2 JP )
Nama               : …………………………………….             Kelas               : ……………………

                                                                                                                                      KKM = 76
 
 


Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan baik dan benar!

Senin, 01 Agustus 2016

BAB I ALIF LAM SYAMSIYAH DAN ALIF LAM QAMARIYAH

BAB I
HUKUM BACAAN
AL-SYAMSIYAH DAN AL-QAMARIYAH
Pengertian & Hukum Tajwid
Pengertian Tajwid menurut bahasa (ethimologi) adalah: memperindah atau memperbagus sesuatu. Sedangkan menurut istilah, Ilmu Tajwid adalah pengetahuan tentang kaidah serta cara-cara membaca Al-Quran dengan sebaik-baiknya.

Jumat, 11 Maret 2016

KISI KISI MID

KISI KISI SOAL
MATA PELAJARAN          
:  PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
TAHUN PELAJARAN
: 2016/2017

KELAS                              
:  VII ( TUJUH )
KEGIATAN
: ULANGAN MID SEMESTER
ALOKASI WAKTU
: 90 MENIT
SEMESTER                     
:  II ( Dua )/ Genap
SK
KOMPETENSI DASAR
INDIKATOR MATERI
MATERI
NO SOAL
BENTUK SOAL
9
9.1 Menjelaskan hukum bacaan nun mati/tanwin  dan mim mati.
Menjelaskan pengertian nun mati/tanwin dan mim mati.
Hukum bacaan nun mati/ tanwin  dan mim mati
4
ESSAY
 Menyebutkan huruf-huruf hukum bacaan nun mati/tanwin dan mim mati.
3
ESSAY
9.2    Membedakan hukum bacaan nun mati/tanwin  dan mim mati.
Menjelaskan macam-macam hukum bacaan nun mati/tanwin.
1
ESSAY
Menjelaskan macam-macam hukum bacaan mim mati.
2
ESSAY
Menjelaskan perbedaan antara hukum bacaan nun mati/tanwin dan mim mati.
7
ESSAY
9.3    Menerapkan hukum bacaan nun mati/tanwin  dan mim mati dalam bacaan surat-surat al-Qur’an dengan benar.
Mencari hukum bacaan nun mati/tanwin dalam QS. al-Qadar.
5
ESSAY
 Mencari hukum bacaan mim mati dalam QS. al-Fil.
6
ESSAY
10
10.1 Menjelaskan arti beriman kepada Malaikat.
Menjelaskan pengertian malaikat Allah.
Iman kepada Malaikat Allah
8
ESSAY
Menyebutkan gelar para malaikat
12
ESSAY
Menjelaskan sifat-sifat malaikat, jin, syetan, dan iblis.
11
ESSAY
Menjelaskan arti beriman kepada malaikat Allah.

ESSAY
10.2 Menjelaskan  tugas-tugas Malaikat.
Menjelaskan jumlah dan nama-nama malaikat Allah.
9
ESSAY
Menjelaskan tugas-tugas malaikat Allah.
9
ESSAY
Menjelaskan keterkaitan tugas malaikat Allah dengan perbuatan manusia.
10
ESSAY
10.3 Menjelaskan hikmah beriman kepada malaikat
Menjelaskan hikmah-hikmah beriman kepada malaikat Allah.

13
ESSAY
11
11.1 Menjelaskan arti kerja keras, tekun, ulet, dan teliti.
Menjelaskan arti kerja keras dan menunjukkan dalilnya.
Perilaku terpuji (kerja keras, tekun, ulet, dan teliti)
14, 19
ESSAY
Menjelaskan arti tekun dan menunjukkan dalilnya.
14, 20
ESSAY
Menjelaskan arti ulet dan menunjukkan dalilnya.
14
ESSAY
Menjelaskan arti teliti dan menunjukkan dalilnya.
14
ESSAY
11.2 Menampilkan contoh perilaku kerja keras, tekun, ulet, dan teliti.
Menyebutkan pembagian akhlak
17
ESSAY
Menyebutkan contoh-contoh perilaku kerja keras.
15
ESSAY
Menyebutkan contoh-contoh perilaku tekun.
15
ESSAY
Menyebutkan contoh-contoh perilaku ulet.
15
ESSAY
Menyebutkan contoh-contoh perilaku teliti.
15
ESSAY
11.3 Membiasakan perilaku kerja keras, tekun, ulet, dan teliti.
 Membiasakan perilaku kerja keras, tekun, ulet, dan teliti dalam lingkungan keluarga.
18
ESSAY
Membiasakan perilaku kerja keras, tekun, ulet, dan teliti dalam lingkungan sekolah.
18
ESSAY
Membiasakan perilaku kerja keras, tekun, ulet, dan teliti dalam lingkungan masyarakat.
18
ESSAY