BAB
VII
SHALAT
BERJAMAAH DAN MUNFARID
1.
Pengertian Shalat jamaah dan munfarid serta dasar hukumnya
Secara bahasa, jama’ah artinya berkumpul. Jadi, shalat jama’ah ialah salat yang dikerjakan atau dilakukan secara bersama-sama oleh dua orang atau lebih dan terdiri dari imam dan makmum dengan persyaratan tertentu. Orang yang mimimpin salat jamaah disebut imam, sedangkan orang yang mengikuti imam disebut makmum.
Hukum salat jamaah adalah sunah
muakkad, artinya salat jamaah sangat dianjurkan untuk selalu dilakukan.
Mengerjakan shalat jamaah di masjid
adalah lebih afdhal baik bagi laki-laki, bergitu juga bagi wanita selama aman
dari fitnah dan gangguan.
Shalat munfarid adalah shalat yang dikerjakan
secara sendirian, tidak ada imam dan tidak ada makmum.
Keutamaan shalat berjamaah sangat besar,
pahalanya sangat agung, kelebihan shalat berjamaah dengan shalat sendirian
adalah 27 derajat. Hal ini dijelaskan dalam hadis sebagai berikut:
عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلاَةُ اْلجَمَاعَةِ أَفْضَلُ مِنْ صَلاَةِ اْلفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِيْنَ دَرَجَةً
Artinya:
Dari Ibn Umar r.a. bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: Shalat berjamaa itu lebih utama dari pada shalat sendirian sebanyak dua puluh tujuh derajat. (H.R. Bukhari dan Muslim).
Dari Ibn Umar r.a. bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: Shalat berjamaa itu lebih utama dari pada shalat sendirian sebanyak dua puluh tujuh derajat. (H.R. Bukhari dan Muslim).
Anjuran shalat berjamaah juga termaktub dalam surat an-Nisa’ ayat 102.
وَإِذَا كُنتَ فِيهِمْ فَأَقَمْتَ لَهُمُ الصَّلاَةَ فَلْتَقُمْ طَآئِفَةٌ مِّنْهُم مَّعَكَ
Artinya:
Dan apabila kamu berada di tengah-tengah
mereka (sahabatmu) lalu kamu hendak mendirikan shalat bersama-sama mereka, maka
hendaklah segolongan dari mereka berdiri (shalat) besertamu…
2. Syarat-syarat Jamaah
a. Ada imam
b. Ada makmum
c. Shalat dilakukan dalam satu majlis (tempat)
d. Shalat makmum harus sama dengan shalat imam
b. Ada makmum
c. Shalat dilakukan dalam satu majlis (tempat)
d. Shalat makmum harus sama dengan shalat imam
3.
Syarat menjadi Imam
a.
Mengetahui syarat, rukun, dan hal-hal
yang membatalkan shalat.
b.
Berakal sehat
c.
Memenuhi syarat-syarat sah shalat dan berniat
jadi imam.
d.
mempunyai pengetahuan yang lebih dalam
hal salat,
e.
dapat membaca Al Quran dengan fasih dan
benar.
f.
mumayyiz, artinya balig, berakal sehat, dan dapat
membedakan antara yang hak dan yang batil,
g.
lebih utama jika imamnya lebih tua,
h.
berniat menjadi imam,
i.
imam laki-laki, makmumnya kaum laki-laki
dan perempuan. Imam perempuan hanya boleh mengimami kaum perempuan.
Hal-hal yang makruh
menjadi imam yaitu:
• dibenci
oleh masyarakat,
• bacaannya
buruk,
• imamnya
belum balig, dan
• imam
yang belum khitan.
4.
Ketentuan Imam
a. Imam laki-laki: makmumnya laki-laki,
banci, perempuan dan anak-anak
b. Imam perempuan: makmumnya perempuan
Hal ini berdasarkan hadis nabi: لاَتُؤَمَّنَ امْرَأَةٌ رَجُلاً
b. Imam perempuan: makmumnya perempuan
Hal ini berdasarkan hadis nabi: لاَتُؤَمَّنَ امْرَأَةٌ رَجُلاً
Artinya: Janganlah seorang
perempuan menjadi imam bagi laki-laki. (H.R. Ibnu Majah).
5.
Syarat Makmum
a. Berniat sebagai makmum
b. Mengikuti gerak-gerik imam
c. Berada di belakang imam
d. Berada di tempat yang sama dengan imam
e. Tidak boleh mendahului imam
f. Tidak boleh bermakmum pada orang yang diketahui shalatnya batal.
g. Shalat makmum harus sama dengan imam.
b. Mengikuti gerak-gerik imam
c. Berada di belakang imam
d. Berada di tempat yang sama dengan imam
e. Tidak boleh mendahului imam
f. Tidak boleh bermakmum pada orang yang diketahui shalatnya batal.
g. Shalat makmum harus sama dengan imam.
6. Tata Cara Melakukan Shalat Berjamaah
a.
Tata cara sebagai Imam
Sebelum memulai shalat, seorang imam
harus melakukan hal-hal sebagai berikut:
1) Imam menghadap ke belakang memperingatkan supaya shaf lurus dan rapat. Sabda Rasul:
سَوُّوْا
صُفُوْفَكُمْ فَإِنَّ تَسْوِيَةَ الصَّفِّ مِنْ تَمَامِ الصَّلاَةِ (رواه البخارى
ومسلم)
Artinya:
Luruskan shafmu
karena lurusnya shaf itu merupakan kesempurnaan dalam shalat. (H.R. Bukhari dan
Muslim)
2) Imam menyuruh makmum
memenuhi shaf yang kosong.
3) Setelah shaf rapi dan
teratur baru memulai shalat. apabila saf sudah rapi dan teratur, imam memulai
salat berjamaah dengan khusyuk, tumakninah, tidak terlalu cepat, dan tidak
terlalu lama.
Saf yang paling baik dalam salat jamaah
adalah saf yang paling depan dan pahalanya lebih besar dibanding dengan saf
lainnya.
b.
Tata cara sebagai Makmum
1) Memenuhi shaf yang kosong
2) Merapatkan dan merapikan shaf
3) Mengikuti segala gerakan imam mulai takbiratul ihram sampai salam
4) Saat imam membaca fatihah sampai lafazh waladhdhaallin, makmum menyahut dengan mengucapkan Amin.
5) Apabila imam lupa melakukan salah satu rukun, makmum laki-laki mengingatkan dengan mengucapkan subhanallah, dan makmum perempuan dengan menepuk tangan.
6) Jika bacaan imam keliru, makmum mengingatkan dan mengucapkan lafazh yang benar, dan jika imam batal makmum terdekat menggantikannya.
2) Merapatkan dan merapikan shaf
3) Mengikuti segala gerakan imam mulai takbiratul ihram sampai salam
4) Saat imam membaca fatihah sampai lafazh waladhdhaallin, makmum menyahut dengan mengucapkan Amin.
5) Apabila imam lupa melakukan salah satu rukun, makmum laki-laki mengingatkan dengan mengucapkan subhanallah, dan makmum perempuan dengan menepuk tangan.
6) Jika bacaan imam keliru, makmum mengingatkan dan mengucapkan lafazh yang benar, dan jika imam batal makmum terdekat menggantikannya.
c.
Pengaturan Shaf
1) Jika makmum hanya seorang, kalau laki-laki berdiri di sebelah kanan imam agak ke belakangan dan jika perempuan berdiri di sebelah kiri (di belakang imam).
2) Jika makmum dua orang laki-laki, satu sebelah kanan dan satunya di sebelah kiri agak ke belakang.
3) Jika makmum dua orang perempuan berjajar rapat di belakang imam.
4) Jika makmum beberapa orang laki-laki, berjajar rapat di belakang imam.
5) Jika makmum terdiri beberapa orang laki-laki, perempuan, anak laki-laki, anak perempuan diatur sebagai berikut:
a) Shaf paling depan laki-laki dewasa
b) Shaf anak laki-laki
c) Shaf anak perempuan
d) Shaf perempuan dewasa
b) Shaf anak laki-laki
c) Shaf anak perempuan
d) Shaf perempuan dewasa
7. Masbuk
Makmum
ada dua macam, yaitu:
1. Makmum
muwafiq
adalah makmum yang mengikuti imam secara sempurna dari rakaat pertama. Batas
akhir sempurna itu adalah makmum dapat mengikuti ruku’ secara sempurna bersama
imam, meskipun ia tidak sempat membaca surat al-Fatihah, maka ia termasuk
makmum muwafiq. Hal ini dijelaskan oleh Rasulullah Saw.
...وَمَنْ أَدْرَكَ الرُّكُوْعَ فَقَدْ أَدْرَكَ الرَّكْعَةَ (رواه ابو داود
Artinya:...Barangsiapa mendapat ruku’ beserta imam, maka ia telah mendapat satu rakaat. (H.R. Abu Daud).
2. Makmum
masbuq adalah
makmum yang ketinggalan rakaatnya dari imam apabila imam mengucapkan salam,
makmum langsung berdiri mencukupi rakaat yang tertinggal sebagaimana hadis nabi
SAW:
مَاأَدْرَكْتُمْ فَصَلُّوْا وَمَافَاتَكُمْ فَأَتِمُّوْهُ
Artinya:
Bagaimana kamu dapati imam hendaklah kamu ikut dan apa yang ketinggalan hendaklah kamu sempurnakan. (H.R. Bukhari Muslim).
Bagaimana kamu dapati imam hendaklah kamu ikut dan apa yang ketinggalan hendaklah kamu sempurnakan. (H.R. Bukhari Muslim).
8. Halangan-halangan Shalat Berjamaah
a. Karena hujan
b. Karena angin topan atau udara sangat dingin
c. Karena makanan sedang terhidang dan perut merasa lapar
d. Karena ingin buang air besar atau kecil
e. Karena takut datang bahaya atas diri sendiri, hrta benda, seperti pencurian, kebakaran, atau orang yang akan datang menyakiti kita.
f. Karena sakit.
b. Karena angin topan atau udara sangat dingin
c. Karena makanan sedang terhidang dan perut merasa lapar
d. Karena ingin buang air besar atau kecil
e. Karena takut datang bahaya atas diri sendiri, hrta benda, seperti pencurian, kebakaran, atau orang yang akan datang menyakiti kita.
f. Karena sakit.
9.
Bacaan Lirih (sirran) dan nyaring (jahran)
a. Bacaan Lirih (sirran)
Bacaan lirih (sirran) hanya
bisa didengar oleh diri sendiri. Bacaan ini terdapat pada shalat zhuhur, ashar,
rakaat ketiga shalat maghrib serta rakaat ketiga dan keempat shalat isya ketika
membaca surat al-Fatihah dan Surat/ayat baik dalam sendirian maupun berjamaah.
b. Bacaan nyaring (jahran)
Bacaan nyaring ini dibacakan
oleh imam dan mesti didengar oleh makmum. Bacaan ini dilakukan ketika membaca
surat al-Fatihah dan surat/ayat sesudah surat al-Fatihah pada rakaat pertama
dan kedua shalat maghrib, isya, shubuh, dan shalat jum’at, serta beberapa shalat
sunah, seperti ‘Idhain, gerhana, istisqa’, tarawih, dan witir.
10. Manfaat Shalat Berjamaah
1.
Sarana sosialisasi
2.
memupuk silaturahmi sesama jamaah,
3.
membina rasa persamaan derajat di hadapan
Allah,
4.
memperoleh pahala 27 derajat,
5.
terjalin komunikasi yang baik antara
jamaah yang satu dengan yang lainnya,
6.
memupuk kerukunan sesama jamaah,
7.
memperkuat ukhuwah islamiyah,
8.
meningkatkan syiar Islam, dan
9.
mendidik kedisiplinan diri.
BACAAN NIAT SHOLAT
WAJIB
1.
Lafadz niat sholat
subuh
اُصَلِّيْ
فَرْضَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ اَدَاءً اماما مئمؤما
لِلَّهِ تَعَالَى
Usholli Fardlosh shubhi rok'ataini
mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta'aala.
Artinya : “Saya niat shalat fardhu subuh 2
rakaat, menghadap qiblat, saat ini,
karena Allah ta'ala.
Bacaan takbiratul ihram.
الله اكبر
Bacaan iftitah.
اَللهُ
أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً
وَأَصِيْلاً. إِنِّىْ وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ
وَاْلأَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. إِنَّ صَلاَتِيْ
وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. لاَشَرِيْكَ لَهُ
وَبِذلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ.
Allaahu Akbaru kabiiraw-walhamdu
lillaahi katsiiran, wa subhaanallaahi bukrataw-wa’ashiila. Innii wajjahtu
wajhiya lilladzii fatharas-samaawaati wal ardha haniifam-muslimaw-wamaa anaa
minal musyrikiina. Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi
Rabbil ‘aalamiina. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa anaa minal
muslimiina.
Artinya :
Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya. Segala puji yang sebanyak-banyaknya bagi Allah. Maha Suci Allah pada pagi dan petang hari. Aku menghadapkan wajahku kepada Tuhan yang telah menciptakan langit dan bumi dengan segenap kepatuhan dan kepasrahan diri, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang menyekutukan-Nya. Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah kepunyaan Allah, Tuhan semesta alam, yang tiada satu pun sekutu bagi-Nya. Dengan semua itulah aku diperintahkan dan aku adalah termasuk orang-orang yang berserah diri (muslim
Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya. Segala puji yang sebanyak-banyaknya bagi Allah. Maha Suci Allah pada pagi dan petang hari. Aku menghadapkan wajahku kepada Tuhan yang telah menciptakan langit dan bumi dengan segenap kepatuhan dan kepasrahan diri, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang menyekutukan-Nya. Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah kepunyaan Allah, Tuhan semesta alam, yang tiada satu pun sekutu bagi-Nya. Dengan semua itulah aku diperintahkan dan aku adalah termasuk orang-orang yang berserah diri (muslim
Kemudian membaca Surah al Fatihah dan bacaan surat
pendek.
Bacaan ruku.
سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ
Subhaana rabbiyal 'azhiimi wabihamdih
Maha Suci Tuhan Yang Maha Besar lagi Maha
Terpuji.
Bacaan i'tidal.
سَمِعَ
اللهُ لِمَنْ حَمِدَه رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ
Sami'allaahu liman hamidah, rabbanaa
walakal hamdu.
Allah mendengar akan sesiapa yang memuji-Nya.
Hai Tuhan kami, kepada Engkaulah segala pujian.
Bacaan sujud.
سُبْحَانَ
رَبِّيَ اْلأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ
Subhaana
rabbiyal a'laa wabihamdih
Maha Suci
Tuhan Yang Maha Tinggi lagi Maha Terpuji
Bacaan duduk antara 2 sujud.
رَبِ
ّاِغْفِرْلِيِ وَارْحَمْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْزُقْنِيْ
وَاهْدِنِيْ وَعَاِفِنيْ وَاعْفُ عَنِّيْ
Rabbighfirlii warhamnii warfa'nii wajburnii
warzuqnii wahdinii wa 'aafinii wa'fu 'annii
Ya Allah ! ampunilah dosaku, belas kasihanilah
aku, dan angkatlah darjatku dan cukuplah segala kekuranganku dan berilah rezeki
kepadaku, dan berilah aku petunjuk dan sejahterakanlah aku dan berilah
keampunan padaku.
Bacaan tasyahud awal.
التَّحِيَّاتُ
الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ ِللهِ ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا
النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاَتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ
اللهِ الصَّالِحِيْنَ . أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ
مُحَمَّدًا رَسُوْلُ الله. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّد
Attahiyyaatul mubaarakaatush sholawaatuth
thayyibatul lillaah, Assalaamu’alaika ayyuhan nabiyyu warahmatullaahi
wabarakaatuh, Assalaamu’alainaa wa’alaa ‘ibaadillaahish shaalihiin. Asyhadu
allaa ilaaha illallaah, Waasyhadu anna Muhammadar rasuulullaah. Allahhumma
sholli ‘alaa Muhammad.
Segala kehormatan, keberkahan, kebahagiaan dan
kebaikan bagi Allah, salam, rahmat, dan berkahNya kupanjatkan kepadamu wahai
Nabi (Muhammad). Salam keselamatan semoga tetap untuk kami seluruh hamba yang
shaleh-shaleh. Ya Allah aku bersumpah dan berjanji bahwa tiada ada Tuhan yang
berhak disembah kecuali Engkau ya Allah, dan aku bersumpah dan berjanji
sesungguhnya Nabi Muhammad adalah utusan-Mu Ya Allah. Ya Allah, limpahkan
shalawat-Mu kepada Nabi Muhammad.
Bacaan tasyahud akhir dan doa.
التَّحِيَّاتُ
الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ ِللهِ ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا
النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاَتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ
اللهِ الصَّالِحِيْنَ . أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ
مُحَمَّدًا رَسُوْلُ الله. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّد وعلى
آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّد كَمَا صَلَّبْتَ عَلَى سَيِّدِنَا
إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى
سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا
بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ
فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْد. اَلْلَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُبِكَ
مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ القَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ المَحْيَا
وَالمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ المَسِيْحِ الدَجَّالِ.
Attahiyyaatul mubaarakaatush shalawaatuth
thayyibatul lillaah, Assalaamu’alaika ayyuhan nabiyyu warahmatullaahi
wabarakaatuh, Assalaamu’alainaa wa’alaa ‘ibaadillaahish shaalihiin. Asyhadu
allaa ilaaha illallaah, Waasyhadu anna Muhammadar rasuulullaah. Allahhumma
shalli ‘alaa Muhammad wa 'alaa aali Muhammad, kamaa shallaita 'alaa Ibraahim,
wa 'alaa aali Ibraahim. Wabaarik ‘alaa Muhammad, wa 'alaa aali Muhammad, kamaa
baarakta 'alaa Ibraahim, wa 'alaa aali Ibraahim. Fil 'aalamiina innaka hamiidum
majiid. Allaahumma innii a'uudzubika min 'adzaabi jahannama wamin 'adzaabil
qabri wamin fitnatil mahyaa wamamaati wamin fitnatil masiihid dajjaal.
Segala kehormatan, keberkahan, kebahagiaan dan
kebaikan bagi Allah, salam, rahmat, dan berkahNya kupanjatkan kepadamu wahai
Nabi (Muhammad). Salam keselamatan semoga tetap untuk kami seluruh hamba yang
shaleh-shaleh. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah. Dan aku bersaksi
bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah! Limpahkanlah rahmat kepada
Nabi Muhammad. “ Sebagimana pernah Engkau beri rahmat kepada Nabi Ibrahim dan
keluarganya. Dan limpahilah berkah atas Nabi Muhammad beserta para keluarganya.
Sebagaimana Engkau memberi berkah kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. “
Diseluruh alam semesta Engkaulah yang terpuji, dan Maha Mulia.” Ya Allah, aku
berlindung kepada-Mu dari siksa jahanam dan siksa kubur serta dari fitnah
kehidupan dan kematian dan dari kejahatan fitnahnya dajal.
Bacaan salam.
اَلسَّلاَمُ
عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ الله
Assalaamu 'alaikum warahmatullaah.
Keselamatan dan rahmat buat Anda sekalian
Tidak ada komentar:
Posting Komentar