BAB VIII
Sejarah Nabi
Muhammad SAW
1. Masa Kelahiran Nabi Muhammad SAW dan Kebiasaan
Masyarakat Jahiliyah
Pada masa kelahiran Nabi Muhammad SAW
terdapat kejadian yang luar biasa yaitu ada serombongan pasukan Gajah yang
dipimpin Raja Abrahah (Gubernur kerajaan Habsyi di Yaman) hendak menghancurkan
Kakbah karena negeri Makkah semakin ramai dan bangsa Quraisy semakin terhormat
dan setiap tahunnya selalu padat umat manusia untuk haji. Ini membuat Abrahah
iri dan Abrahah berusaha membelokkan umat manusia agar tidak lagi ke Makkah.
Abrahah mendirikan gereja besar di Shan’a yang bernama Al-Qulles. Namun tak
seorang pun mau datang ke gereja Al Qulles itu. Abrahah marah besar dan
akhirnya mengerahkan tentara bergajah untuk menyerang Kakbah. Didekat Makkah
pasukan bergajah merampas harta benda penduduk termasuk 100 ekor Unta Abdul
Muthalib
Dengan tak disangka Abdul Munthalib
kedatangan utusan Abrahah supaya menghadap ke Abrahah. Yang pada akhirnya Abdul
Munthalib meminta Untanya untuk dikembalikan dan bersedia mengungsi bersama
penduduk dan Abdul Munthalib berdo’a kepada Allah supaya Kakbah diselamatkan.
Keadaan kota Makkah sepi tentara Abrahah
dengan leluasa masuk Makkah dan siap untuk menghancurkan Kakbah. Allah SWT
mengutus burung Ababil untuk membawa kerikil Sijjil dengan paruhnya. Kerikil
itu dijatuhkan tepat mengenai kepala masing-masing pasukan bergajah tersebut
hingga tembus ke badan sampai mati. Peristiwa ini diabadikan dalam Al-Qur’an
surat Al Fiil ayat 1-5. (QS 105 :1-5). Pasukan bergajah hancur lebur mendapat
adzab dari Allah SWT.
Pada masa itu lahir bayi yang diberi
nama Muhammad dari kandungan ibu Aminah dan yang ber-ayahkan Abdullah. Muhammad
lahir sudah yatim karena saat nabi Muhammad SAW masih dalam kandungan ayahnya
sudah meninggal dunia. Nabi Muhammad SAW lahir pada hari Senin, 12 Rabiul Awal
tahun Gajah dan bertepatan tanggal 22 April 571 M.
2. Kebiasaan Masyarakat Jahiliyah
Pada zaman kelahiran nabi Muhammad SAW
masyarakat Makkah mempunyai kebiasaan jahiliyah yaitu kebiasaan menyembah
patung atau berhala. Jahiliyah artinya zaman kebodohan. Yang disembah bukan
Allah tetapi patung atau berhala dan kebiasaannya sangat buruk yaitu mabuk,
berjudi, maksiat dan merendahkan derajat wanita. Mereka hidup berpindah-pindah
dan terpecah dalam suku-suku yang disebut kabilah. Hidup serba bebas tidak ada
aturan dalam bermasyarakat. Sehingga
kehidupan sangat kacau balau. Nah, di saat kekacaubalauan masyarakat Makkah itu
lahir Nabi Muhammad SAW sebagai Rahmat bagi seluruh alam.
3. Masa Kanak-Kanak Nabi Muhammad SAW hingga Masa Kerasulannya
Kebiasaan di kalangan pemuka pada saat
itu apabila mempunyai bayi, maka bayi yang baru lahir itu dititipkan kepada
kaum ibu pedesaan. Dengan tujuan agar dapat menghirup udara segar dan bersih
serta untuk menjaga kondisi tubuh ibunya agar tetap sehat.
Menurut riwayat, setelah Muhammad
dilahirkan disusui oleh ibunya hanya beberapa hari saja, Tsuaibah menyusui 3
hari setelah itu oleh Abdul Munthalib disusukan kepada Halimah Sa’diyah istri
Haris dari kabilah Banu Saad.
Semenjak kecil Muhammad memiliki
keistimewaan yaitu badannya cepat besar, umur 5 bulan sudah dapat berjalan dan
umur 9 th sudah lancar berbicara serta umur 2 th sudah menggembalakan kambing
dan wajahnya memancarkan cahaya.
Muhammad diasuh Halimah selama 6 th.
Pada usia 4 th Muhammad didekati oleh malaikat Jibril dan menelentangkannya
lalu membelah dada dan mengeluarkan hati serta segumpal darah dari dada nabi
Muhammad SAW lalu Jibril mencucinya kemudian menata kembali ke tempatnya dan
Muhammad tetap dalam keadaan bugar
Dengan adanya peristiwa pembelahan dada
itu, Halimah khawatir dan mengembalikan Muhammad ke ibundanya. Pada usia 6 th
nabi diajak Ibunya untuk berziarah ke makam ayahnya di Yatsrib dengan
perlalanan 500 km. Dalam perjalanan pulang ke Makkah Aminah sakit dan akhirnya
meninggal di Abwa yang terletak antara Makkah dan Madinah.
Nabi Muhammad lantas ditemani Ummu Aiman
ke Makkah dan diantarkan ke tempat kakeknya yaitu Abdul Munthalib. Sejak itu
Nabi menjadi yatim piyatu tidak punya ayah dan ibu. Abdul Munthalib sangat
menyayangi cucunya ini (Muhammad) dan pada usia 8 th 2 bl 10 hari Abdul
Munthalib wafat. Kemudian Nabi diasuh oleh pamannya yang bernama Abu Thalib.
Abu Thalib mengasuh menjaga nabi sampai
umur lebih dari 40 th. Pada usia 12 th nabi diajak Abu Thalib berdagang ke
Syam. Di tengah perjalanan bertemu dengan pendeta Bahira. Untuk keselamatan
nabi Bahira meminta abu Thalib kembali ke Makkah.
Ketika Nabi berusia 15 th meletus perang
Fijar antara kabilah Quraisy bersama Kinanah dengan Qais Ailan. Nabi ikut
bergabung dalam perang ini dengan mengumpulkan anak-anak panah buat paman-paman
beliau untuk dilemparkan kembali ke musuh.
Pada masa remajanya Nabi Muhammad biasa
menggembala Kambing dan pada usia 25 th menjalankan barang dagangan milik
Khadijah ke Syam. Nabi Muhammad SAW dipercaya untuk berdagang dan ditemani oleh
Maisyarah. Dalam berdagang nabi SAW jujur dan amanah serta keuntungannya
melimpah ruah.
Peristiwa tentang cara dagangnya nabi
SAW itu diceritakan Maisyarah ke Khadijah. Lantas Khadijah tertarik dan
mengutus Nufaisah Binti Mun-ya untuk menemui Nabi agar mau menikah dengan
Khadijah. Setelah itu Nabi memusyawarahkan kepada pamannya dan disetujuinya
akhirnya Khadijah menikah dengan Nabi Muhammad SAW dengan mas kawin 20 ekor
Onta Muda.
Usia Khadijah waktu itu 40 th dan Nabi
Muhammad SAW 25 th. Dalam perkawinannya Nabi dianugerahi 6 putra-putri yaitu
Qasim, Abdullah, Zainab, Ruqayah, Ummu Kulsum dan Fatimah. Semua anak laki-laki
nabi wafat waktu masih kecil dan anak perempuannya yang masih hidup sampai nabi
wafat adalah Fatimah.
Masa Kerasulan Nabi Muhammad SAW
Pada usia 35 th lima tahun sebelum
kenabian ada suatu peristiwa yaitu Makkah dilanda banjir besar hingga meluap ke
baitul Haram yang dapat meruntuhkan Kakbah. Dengan peristiwa itu orang-orang
Quraisy sepakat untuk memperbaiki Kakbah dan yang menjadi arsitek adalah orang
Romawi yang bernama Baqum.
Ketika pembangunan sudah sampai di
bagian Hajar Aswad mereka saling berselisih tentang siapa yang meletakkan hajar
Aswad ditempat semula dan perselisihan ini sampai 5 hari tanpa ada keputusan
dan bahkan hampir terjadi peretumpahan darah. Akhirnya Abu Umayah menawarkan
jalan keluar siapa yang pertama kali masuk lewat pintu Masjid itulah orang yang
memimpin peletakan Hajar Aswad. Semua pada sepakat dengan cara ini. Allah SWT
menghendaki ternyata yang pertama kali masuk pintu masjid adalah Rasulullah SAW
dan yang berhak adalah Rasulullah.
Orang-orang Quraisy berkumpul untuk
meletakkan Hajar Aswad . Rasulullah meminta sehelai selendang dan pemuka-pemuka
kabilah supaya memegang ujung-ujung selendang lalu mengangkatnya bersama-sama.
Setelah mendekati tempatnya Nabi mengambil Hajar Aswad dan meletakkannya ke
tempat semula akhirnya legalah semua. Mereka pada berbisik dan menjuluki
“Al-Amin” yang artinya dapat dipercaya.
Nabi Muhammad SAW mempunyai kelebihan
dibanding dengan manusia biasa, beliau sebagai orang yang unggul, pandai,
terpelihara dari hal-hal yang buruk, perkataannya lembut, akhlaknya utama,
sifatnya mulia, jujur terjaga jiwanya, terpuji kebaikannya, paling baik
amalnya, tepat janji, paling bisa dipercaya sehingga mendapat julukan Al-Amin
dan beliau juga membawa bebannya sendiri, memberi kepada orang miskin, menjamu
tamu dan menolong siapapun yang hendak menegakkan kebenaran.
Pada saat Nabi Muhammad SAW hampir
berusia 40 th kesukaannya mengasingkan diri dengan berbekal Roti dan pergi ke
Gua Hira di Jabal Nur. Rasulullah di Gua Hira beribadah dan memikirkan
keagungan alam. Pada usia genap 40 th Nabi dianggkat menjadi Rasul. Beliau
menerima wahyu yang pertama di gua Hira dengan perantaraan Malaikat jibril
yaitu surat Al-Alaq ayat 1-5.
Ketika Nabi berada di gua Hira datang
malaikat Jibril dan memeluk Nabi sambil berkata “Bacalah”. Jawab Nabi “Aku
tidak dapat membaca” Lantas Malaikat memegangi dan merangkul Nabi hingga sesak
kemudian melepaskannya dan berkata lagi “Bacalah”. Jawab Nabi”Aku tidak bisa
membaca”. Lantas Malaikat memegangi dan merangkulnya lagi sampai ketiga kalinya
sampai Nabi merasa sesak kemudian melepasknnya. Lalu Nabi bersedia mengikutinya
(Surat Al-Alaq ayat 1-5). QS 96 : 1-5)
Rasulullah mengulang bacaan ini dengan
hati yang bergetar lalu pulang dan menemui Khadijah (isterinya) untuk minta
diselimutinya. Beliau diselimuti hingga tidak lagi menggigil tapi khawatir akan
keadaan dirinya.
Khadijah menemui Waraqah bin Naufal dan
menceritakan kejadian yang dialami oleh Nabi. Waraqah menanggapi “Maha suci,
Maha suci, Dia benar-benar nabi umat ini, katakanlah kepadanya, agar dia berteguh
hati.
4. Rasulullah Berdakwah
Rasulullah SAW di kala mengasingkan diri
di Gua Hira dengan perasaan cemas dan khawatir tiba-tiba terdengan suara dari
langit, beliau menengadah tampak malaikat jibril. Beliau menggigil, ketakutan
dan pulang minta kepada isterinya untuk menyelimutinya. Dalam keadaan
berselimut itu datang Jibril menyampaikan wahyu yang ke dua yaitu surat Al
Muddatsir (QS 74 ayat 1-7).
Dengan turunnya wahyu ini Rasulullah SAW
mendapat tugas untuk menyiarkan agama Islam dan mengajak umat manusia menyembah
Allah SWT.
1). Menyiarkan Agama Islam Secara
Sembunyi-Sembunyi
Setelah Rasulullah SAW menerima wahyu kedua mulailah
beliau dakwah secara sembunyi-sembunyi dengan mengajak keluarganya dan
sahabat-sahabat beliau seorang demi seorang masuk Islam.
Orang-orang
yang pertama-tama masuk Islam adalah:
a). Siti Khadijah (Istri Nabi SAW)
b). Ali Bin Abi Thalib (Paman Nabi SAW)
c). Zaid Bin Haritsah (Anak angkat Nabi SAW)
d). Abu Bakar Ash-Shidiq (Sahabat Dekat Nabi SAW)
a). Siti Khadijah (Istri Nabi SAW)
b). Ali Bin Abi Thalib (Paman Nabi SAW)
c). Zaid Bin Haritsah (Anak angkat Nabi SAW)
d). Abu Bakar Ash-Shidiq (Sahabat Dekat Nabi SAW)
Orang-orang
yang masuk Islam dengan perantaraan Abu Bakar Ash-Shidiq yaitu:
a)Utsman Bin Affan
b)Zubair Bin Awwam
c) Saad Bin Abi Waqqash
d)Abdurahman Bin Auf
|
e) Thalhah Bin
“Ubaidillah
f) Abu
Ubaidillah Bin Jarrah
g) Arqam Bin Abil
Arqam
h) Fatimah Binti
Khathab
|
Mereka itu diberi gelar “As-Saabiqunal Awwaluun”
Artinya orang-orang yang terdahulu dan yang pertama-tama masuk Islam dan
mendapat pelajaran tentang Islam langsung dari Rasulullah SAW di rumah Arqam
Bin Abil Arqam.
2). Menyiarkan Agama Islam Secara Terang-Terangan
Tiga tahun lamanya Rasulullah SAW dakwah secara
sembunyi sembunyi dari satu rumah ke rumah lainnya. Kemudian turun surat Al
Hijr: 94 (QS 15 ayat 94). Artinya”Maka sampaikanlah secara terang-terangan
segala apa yang telah diperintahkan kepadamu dan berpalinglah dari orang-orang
musyrik (QS Al Hijr : 15). Dengan turunnya ayat ini Rasulullah SAW menyiarkan
dakwah secara terang-terangan dan meninggalkan cara sembunyi-sembunyi. Agama
Islam menjadi perhatian dan pembicaraan yang ramai dikalangan masyarakat
Makkah. Islam semakin meluas dan pengikutnya semakin bertambah.
5. Bagaimana tanggapan orang-orang Quraisy?
Orang-orang quraisy marah dan melarang
penyiaran islam bahkan nyawa Rasul terancam. Nabi beserta sahabatnya semakin
kuat dan tangguh tantangan dan hambatan dihadapi dengan tabah serta sabar
walaupun ejekan, cacian, olok-olokan dan tertawaan, menjelek-jelekkan, melawan
al-Qur’an dan memberikan tawaran bergantian dalam penyembahan.
Dakwah secara terangan ini walaupun
banyak tantangan banyak yang masuk Agama Islam dan untuk penyiaran Islam Nabi
SAW ke Habasyah (Etiopia),Thaif, dan Yatsrib (Madinah). Sehingga Islam meluas
dan banyak pengikutnya.
Pada masa kerasulan Nabi Muhammad SAW th
ke 10 pada saat “Amul Khuzni”artinya tahun duka cita yaitu Abu Thalib (pamannya
wafat) dan siti Khadijah (istri nabi juga wafat) serta umat Islam pada
sengsara. Ditengah kesedihan ini Nabi Muhammad dijemput oleh Malaikat Jibril
untuk Isra’ Mi’raj yaitu sebuah perjalanan dari masjidil Aqsha ke Masjidil
Haram dan dari Masjidil Haram menuju ke Sidratul Muntaha untuk menghadap Allah
SWT untuk menerima perintah shalat lima waktu.
6. Rasulullah SAW sebagai Uswatun Hasanah
6. Rasulullah SAW sebagai Uswatun Hasanah
Uswatun Hasanah artinya teladan yang
baik. Panutan dan teladan umat Islam adalah Nabi Muhammad SAW. seorang
laki-laki pilihan Allah SWT yang diutus untuk menyampaikan ajaran yang benar
yaitu Agama Islam. Oleh sebab itu, kita sebagai muslim harus meniru dan
mencontoh kepribadian beliau. Sebagaimana Firman Allah SWT dalam QS Al Ahzab
ayat 21 yang berbunyi:
لَّقَدۡ
كَانَ لَكُمۡ فِي رَسُولِ ٱللَّهِ أُسۡوَةٌ حَسَنَةٞ لِّمَن كَانَ يَرۡجُواْ ٱللَّهَ
وَٱلۡيَوۡمَ ٱلۡأٓخِرَ وَذَكَرَ ٱللَّهَ كَثِيرٗا ٢١
Artinya :”Sesungguhnya telah ada pada
diri Rasulullah SAW suri teladan yang baik bagimu bagi orang yang mengharap
rahmat Allah SWT dan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.(QS Al Ahzab: 21).
Untuk dapat meneladani Rasulullah SAW
harus banyak belajar dari Al-Qur’an dan Al Hadits. Sebagai salah satu contoh
saja yaitu tentang kejujuran dan amanah atau dapat dipercayanya nabi Muhammad
SAW.
7. Sifat Rasulullah SAW
1).
Siddiq
Siddiq artinya jujur dan sangat tidak mungkin
Rasulullah bersifat bohong (kidzib) Rasulullah sangat jujur baik dalam
pekerjaan maupun perkataannya. Apa yang dikatakan dan disampaikan serta yang diperbuat
adalah benar dan tidak bohong. Karena akhlak Rasulullah adalah cerminan dari
perintah Allah SWT.
2). Amanah
Amanah artinya dapat dipercaya. Sangat tidak mungkin
Rasulullah bersifat Khianat atau tidak dapat dipercaya. Rasulullah tidak
berbuat yang melanggar aturan Allah SWT. Rasulullah taat kepada Allah SWT. Dan
dalam membawakan risalah sesuai dengan petunjuk Allah SWT tidak mengadakan
penghianatan terhadap Allah SWT maupun kepada umatnya.
3). Tabligh
Tabligh artinya menyampaikan. Rasulullah sangat tidak
mungkin untuk menyembunyikan (kitman). Setiap wahyu dari Allah disampaikan
kepada umatnya tidak ada yang ditutup- tutupi atau disembunyikan walaupun yang
disampaikan itu pahit dan bertentangan dengan tradisi orang kafir. Rasulullah
menyampaikan risalah secara sempurna sesuai dengan perintah Allah SWT.
4). Fathonah
Fathonah artinya cerdas. Sangat tidak mungkin Rasul
bersifat baladah atau bodoh. Para Rasul semuanya cerdas sehingga dapat
menyampaikan wahyu yang telah diterima dari Allah SWT. Rasul adalah manusia
pilihan Allah SWT maka sangat tidak mungkin Rasul itu bodoh. Apabila bodoh
bagaimana bisa menyampaikan wahyu Allah.
8. Haji Wada’ Rasulullah SAW
Pada tahun 10 H, nabi Muhammad SAW
melaksanakan haji yang terakhir yautu haji wada’. Sekitar 100 ribu jamaah yang
turut serta dalam ibadah haji bersama beliau. Pada saat wukuf di arafah Nabi
SAW menyampaikan khutbahnya dihadapan umatnya yaitu yang berisi pelarangan
melaksanakan penumpahan darah kecuali dengan cara yang benar, melarang
mengambil harta orang lain dengan cara yang tidak benar, melarang makan makanan
yang riba dan menganiaya, hamba sahaya harus diperlakukan dengan baik, dan
umatnya supaya berpegang teguh dengan Al Qur’an dan sunah Nabi SAW.
Dalam surat Al Maidah ayat 3 telah
diungkapkan bahwa:
ٱلۡيَوۡمَ
أَكۡمَلۡتُ لَكُمۡ دِينَكُمۡ وَأَتۡمَمۡتُ عَلَيۡكُمۡ نِعۡمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ ٱلۡإِسۡلَٰمَ
دِينٗاۚ... ٣
Artinya: “ Pada hari ini telah Aku
sempurnakan untukmu agamamu, dan sungguh telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu,
dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu.” (Q.S. Al Maidah (5) : 3).
Ayat ini menjelaskan bahwa dakwah nabi
Muhammad SAW telah sempurna. Nabi Muhammad SAW dakwah selama 23 tahun. Pada
suatu hari beliau merasa kurang enak badan, badan beliau semakin tambah
melemah, beliau menunjuk Abu Bakar sebagai imam pengganti beliau dalam shalat.
Pada tanggal 12 Rabiul Awwal tahun 11 Hijriyah beliu wafat dalam usia 63 tahun.
B. Nabi Muhammad SAW Rahmatan Lil ‘Alamin
Nabi Muhammad SAW adalah nabi
akhiruzzaman yaitu nabi yang terakhir di dunia ini. Maka setelah nabi Muhammad
Saw tidak ada nabi lagi di dunia ini. Allah SWT mengutus nabi Muhammad SAW
sebagai rahmatan lil ‘Alamin yaitu untuk semua manusia dan bangsa. Nabi
Muhammad Saw diutus untuk memberikan bimbingan kepada manusia agar menjalani
hidup yang benar sehingga dapat memperoleh kebahagiaan di dunia maupun di akhirat.
Misi Nabi Muhammad SAW
Misi yang dibawa nabi Muhammad SAW
adalah cerminan atau panutan bagi seluruh umat manusia yaitu sebagai berikut:
a. Menyiarkan agama Islam (Islam disiarkan atau
didakwahkan Rasulullah SAW secara sempurna terhadap umat manusia yaitu selama
23 tahun).
b. Menyampaikan wahyu Allah SWT yaitu berupa Al Qur’an. Al Qur’an ini di
dakwahkan kepada umat manusia dan bangsa sebagai pedoman hidup.
c. Menyampaikan kabar gembira dan peringatan kepada umat
manusia
d. Menyempurnakan akhlak yaitu akhlak Qurani
Misi nabi Muhammad SAW tidak hanya dikalangan kaum tertentu saja akan
tetapi Rasulullah SAW diutus untuk seluruh kaum dan bangsa dan ajarannya
berlaku untuk seluruh umat manusia sepanjang masa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar