Minggu, 05 April 2020

KHALIFAH DINASTI BANI ABBASIYAH



Dinasti Abbasiyah yang berkuasa lebih dari lima abad (750-1258) secara umum dibagi atas empat periode. Keempat periode tersebut adalah Periode Awal (750-847), Periode Lanjutan (847-945), Periode Buwaihi (945-1055), dan Periode Seljuk (1055-1258).
Selama lima abad pemerintahan Islam Dinasti Abbasiyah ini, tercatat sejumlah nama khalifah yang berhasil menegakkan sistem pemerintahan Islam dengan adil dan makmur. Mereka itu adalah Abu al-Abbas Abdullah bin Muhammad as-Saffah (721-754). Ia adalah pendiri Dinasti Abbasiyah dan menjadi khalifah pertama. Berikutnya dipimpin oleh penerusnya, seperti khalifah Abu Ja'far al-Manshur (750-775), Al-Mahdi (775-785), Musa al-Hadi (785-786), Harun ar-Rasyid (786-809), Al-Amin (809-813), Al-Ma'mun (813-833), Al-Mu'tasim (833-842), Al-Mutawakkil (847-861), Al-Muntasir (861-862), Al-Musta'in (862-866), dan Al-Mu'tazz (866-869).

BAB 13. PERTUMBUHAN ILMU PENGETAHUAN PADA MASA BANI ABBASIYAH

Awal Berdirinya Dinasti Abbasiyah
Dinasti Abbasiyah berdiri setelah mereka berhasil menaklukkan Dinasti Umayyah. Keturunan Al-Abbas menjadi pendiri dinasti Abbasiyah, yaitu Abdullah al-Saffah bin Muhammad bin Ali bin Abdullah bin al-Abbas. Kelompok Abbasiyah merasa lebih layak memegang tonggak kekuasaan daripada Bani Umayyah karena mereka berasal dari Bani Hasyim yang lebih dekat garis keturunannya dengan Nabi Muhammad. Saat itulah sejarah runtuhnya bani Umayyah. Sejarah berdirinya dinasti Abbasiyah tidak dapat dilepaskan dari peperangan yang berdarah dan bergejolak. Pada awalnya, cicit dari Abbas bernama Muhammad bin Ali berkampanye untuk mengembalikan kekuasaan pemerintahan kepada keluarga Bani Hasyim di Parsi ketika Umar bin Abdul Aziz masih memerintah. Pertentangan semakin memuncak pada masa pemerintahan khalifah Marwan II. Menjelang berakhirnya dinasti Umayyah, ada kelompok dari Bani Hasyim yang teraniaya sehingga melakukan perlawanan. Kelompok Bani Hasyim keturunan Ali dipimpin oleh Abu Salamah dan keturunan Abbas dipimpin oleh Ibrahim Al- Iman. Selain itu juga ikut kelompok keturunan bangsa Persia, pimpinan Abu Musli al-Khurasany bekerja sama menaklukkan dinasti Umayyah. Pada akhirnya kaum Abbasiyah berhasil menaklukkan pemimpin terakhir Umayyah, yaitu Marwan bin Muhammad. Abu Abbas al-Saffah berhasil meruntuhkan Bani Umayyah dan diangkat sebagai khalifah. Selama tiga abad bani Abbasiyah memegang kekuasaan kekhalifahan, mengusung kepemimpinan gaya Islam dan menyuburkan kembali ilmu pengetahuan dan pengembangan budaya di Timur Tengah. 
Masa Kejayaan Dinasti Abbasiyah 
Sejarah berdirinya dinasti Abbasiyah memasuki masa kejayaannya dengan menerapkan pola pemerintahan yang berbeda – beda sesuai dengan perubahan politik, sosial dan budaya. Pusat pemerintahan saat itu terletak di Kuffah. Kepemimpinan kemudian digantikan oleh Abu Jafar al-Mansur mulai 750 – 775 M, saudara dari Abu Abbas. Ia membangun kota baru yang diberi nama Baghdad, dimana terdapat istana bernama Madinat as-Salam. Pada periode awal sekitar 750 – 847 M, kegiatan perluasan wilayah masih diutamakan dinasti Abbasiyah dan membuat pondasi sistem pemerintahan yang akan menjadi panduan bagi kepemimpinan selanjutnya. Setelah Abu Jafar, Abbasiyah dipimpin oleh Harun al-Rasyid mulai 789 – 809 M. Ia mendirikan perpustakaan terbesar pada zamannya bernama Baitul Hikmah, sehingga orang – orang terpelajar dari kalangan Barat dan Muslim datang ke Baghdad untuk mendalami ilmu pengetahuan. Setelah itu Abbasiyah dipimpin oleh al-Amin dan al-Makmun al-Rasyid, putra Harun al-Rasyid. Al Makmun memimpin sejak 813 – 833 M dan memperluas Baitul Hikmah menjadi akademi ilmu pengetahuan pertama di dunia. Ia juga mendirikan Majalis al-Munazharah yang mengadakan pengajian di rumah, masjid dan istana khalifah, dan menjadi tanda akan bangkitnya kekuatan penuh dari Timur dengan Baghdad sebagai pusat kebudayaan dan puncak keemasan Islam. Pada masa ini juga banyak diterjemahkan buku – buku karya kuno dari Yunani dan Syria kuno ke dalam bahasa Arab. Paham Muktazilah dianut al-Makmun sebagai mazhab negara, yaitu menggunakan akal sebagai dasar untuk memahami dan menyelesaikan persoalan teologi, yang merintis pembahasan teologi Islam secara detil dan filosofis sehingga muncul filsafat Islam. 
Selanjutnya dalam sejarah berdirinya dinasti Abbasiyah dipimpin oleh Khalifah al-Mutawakkil mulai 847 – 861 M. Ia berbeda dengan khalifah sebelumnya karena lebih cenderung ke cara berpikir ahlun sunnah. Dalam sejarah berdirinya dinasti Abbasiyah, ia hidup pada satu zaman dengan para tokoh besar Islam seperti Abdul Malik bin Habib (imam Mazhab Maliki), Abdul Azis bin Yahya al-Ghul(murid Imam Syafi’i), Abu Utsman bin Manzini (pakar ilmu nahwu) dan Ibnu Kullab, seorang tokoh dalam bidang ilmu kalam. Terjadi perselisihan mengenai penerus kekhalifahan setelah al-Mutawakkil karena sebelum dirinya wafat, ia hendak menurunkan mandat kepada anak – anaknya yaitu al-Muntashir, al-Mu’taz dan al-Muayyad. Tetapi ia kemudian mengubah susunan penerusnya menjadi al-Mu’taz lebih dulu , namun al- Muntashir tidak menerimanya. 
Akibatnya posisi al-Muntashir langsung diturunkan dengan paksa, bersamaan dengan berlangsungnya ketidak senangan orang – orang Turki kepada al-Mutawakkil karena beberapa sebab. Al-Muntashir dan orang – orang Turki kemudian sepakat untuk membunuh al-Mutawakkil. Setelah ayahnya dibunuh, al-Muntashir menjadi pemimpin khalifah namun hanya selama enam bulan karena ia justru berbalik menjelekkan orang Turki dan dibunuh oleh mereka. Sejarah berdirinya dinasti Abbasiyah kemudian mengalami kemunduran sejak saat itu. Banyak pula faktor lain yang mempengaruhinya karena kurangnya perhatian pada persoalan politik, seperti pemisahan diri Afrika Utara untuk membentuk pemerintahan merdeka bernama Kekhalifahan Fathimiyah. Para gubernur di berbagai propinsi seperti dinasti Samaniyah mulai bertindak lebih bebas, dan para jenderal Turki di pasukan Abbasiyah juga semakin lama semakin sulit dikendalikan oleh para khalifah. Kesulitan komunikasi antara pusat pemerintahan sulit dilakukan pada masa itu karena wilayah kekuasaan yang sangat luas, bahkan tingkat kepercayaan antara penguasa dan para pelaksana pemerintahan sangat rendah. Begitu juga keuangan negara yang sulit karena negara perlu mengeluarkan biaya yang sangat besar untuk angkatan bersenjata. Pemisahan – pemisahan wilayah pun mulai terjadi, sebagian besar karena perbedaan cara mengelola daerah kekuasaan yang berbeda dengan Bani Umayyah. 
Pada masa Bani Umayyah, wilayah kekuasaannya tetap sejajar dengan batas – batas wilayah kekuasaan Islam. Namun pada masa pemerintahan Abbasiyah, kekuasaan mereka tidak pernah diakui di Spanyol dan seluruh Afrika Utara kecuali sebagian kecil Mesir. Dalam kenyataannya banyak wilayah berada dalam kekuasaan khalifah hanya dalam bentuk pengiriman upeti pajak dari gubernurnya masing – masing. Pada saat kekhalifahan Abbasiyah mulai menunjukkan kemunduran, propinsi – propinsi tersebut mulai melepaskan diri dan tidak lagi membayar pajak, bahkan berusaha menguasai kekhalifahan itu sendiri. Sejarah perang uhud juga terjadi setelah kekhalifahan abbasiyah selesai, dan menjadikan kekuasaan bercampur tangan serta menimpulkan berbagai perang seperti dalam sejarah perang badar.

TOKOH CENDIKIAWAN MUSLIM


PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN ISLAM
PADA MASA DAULAH BANI  ABBASIYAH

NO.
NAMA TOKOH
BIDANG ILMU
KARYA
1.
IBNU SINA
( Abu Al-Husain bin Abdullah )
Ilmu Kedokteran
Ilmu Filsafat
1.       Asy-Syifa
2.       Al-Qanun fi at-tibb
3.       Al-Isyarat wa at-tanbihat
2.
AL-GAZALI
( Abu Hamid Muhammad bin Muhammad at-Tusi al-Gazali )
Ilmu Teologi
Ilmu Filsafat
Ilmu Tasawuf
Ilmu Akhlak
1.       Ihya’ Ulumuddin
2.       Maqasid Al-Falasifah
3.       Tafahut Al-Falasifah
4.       Al-Munqiz min ad-Dalal
3.
Jabir bin Hayyan
Ilmu Kimia
Ilmu Matematika
Ilmu Kedokteran
Ilmu Fisika
1.       At-Tajmi’
2.       Az-Zi’biq asy-syarqiy
4.
IBNU MASKAWIH
( Abu Ali Ahmad bin Muhammad bin Ya’kub bin Maskawih )
Ilmu Sejarah
Ilmu Filsafat
Ilmu Kimia
1.       Al-Fauz Al-Akbar
2.       Al-Fauz Al-Asghar
3.       Tajarib Al-Usman
4.       Tahzib Al-Akhlaq
5.       Jawidan Khirad

TOKOH ILMUAN MUSLIM PADA MASA BANI ABBASYIAH


1. Ibnu Sina (370 H – 428 H / 980 M – 1037 M)
Abu Ali Al-Husaini bin Abdullah bin Sina (Ibnu Sina) adalah seorang ahli kedokteran Muslim. Ia dilahirkan di Bukhara 370 H/980 M. Beliaau dibesarkan di lembah Sungah Daljah dan Furat, tepi selatan Laut Kaspia, kawasan Bukhara. Di sana ia banyak belajar ilmu pengetahuan dan ilmu agama. Ia mendalami filsafat, biologi dan kedokteran.
Pada usia 17 tahun, ia telah emmahami seluruh teori kedokteran melebihi sipa pun. Ibnu sina diangkat menjadi penasihat para dokter yang praktik pada masa itu. Ia dikenal sebagai Bapak Kedokteran Dunia. Bukunya yang terkenal adalah Qanun fi Al-Thibb (Dasar-Dasar Ilmu Kedokteran). Ia juga menulis buku berjudul Asy-Syifa' dan An-Najat.

2. Al-Farabi (870 M – 950 M)
Abu Nasr Muhammad bin Muhammad bin Tarkhan bin Uzlagh al-Farabi dilahirkan di Farab dan meninggal di Aleppo. Pada masa kecil, ia dikenal sebagai anak yang cerdas. Ia banyak belajar ilmu agama, bahasa Arab, Turki dan Persia. Ia berpindah di Bagdad selama 20 tahun. Berikutnya pindah ke Haran untuk belajar filsafat Yunani kepada beberapa orang ahli seperti Yuhana bin Hailan.
Ia menguasai 70 bahasa, sehingga ia menguasai banyak ilmu pengetahuan, yang paling menonjol adalah ilmu mantik. Kemahirannya dalam ilmu mantik melebihi Aristoteles. Ia kemudian dikenal sebagai guru kedua dalam ilmu filsafat. Al-Farabi memasukkan ilmu logika dalam kebudayaan Arab.
Dalam bidang filsafat, AlFarabi lebih menitikberatkan pada persoalan kemanusiaan, seperti akhlak, kehidupan intelektual, politik dan seni. Ia termasuk ke dalam filsuf kemanusiaan dan berpendapat bahwa antara filsafat dan agama tidak bertentangan.

Selasa, 31 Maret 2020

LATIHAN SOAL SEMESTER GENAP (KELAS VIII)



1.   Sebagai seorang umat Islam mengakui akan keberadaan kitab-kitab Allah SWT  merupaka hal yang sangat penting, maka  beriman kepada kitab-kitab Allah yang harus kita lakukan adalah .......
A.    mempercayai dan mengamalkan semua isi kitab-kitab Allah SWT    
B.   mempercayai bahwa kitab-kitab itu
            benar-benar dari Allah SWT
C.   percaya dan mengamalkan beberapa          kitab-kitab Allah SWT
      D. menganggap bahwa Al-Qur’an lah yang perlu dipercayai
.            
2.   Firman / wahyu Allah SWT yang disampaikan kepada para nabi/rasul untuk diajarkan kepada manusia sebagai petunjuk/ pedoman hidupnya merupakan pengertian dari ....
A.   suhuf  
B.   kitab
C.   surah
D.   fiman

3.   Dalam Al-Qur’an menjelaskan akan  adanya 4 kitab yang diturunkan kepada 4 rasul, ke empat rasul tersebut adalah .......
      A.   Musa, Ibrahim, Isa, Muhammad
      B.   Nuh, Dawud, Isa, Muhammad
      C.   Musa, Dawud, Isa, Muhammad
      D.   Nuh, Ibrahim, Isa, Muhammad

SOAL PAS GENAP (KELAS 8)



Minggu, 05 Januari 2020

RPP PAI KELAS 8 BARU (1 LEMBAR)


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Satuan Pendidikan                    : SMP Negeri 22 Balikpapan
Mata Pelajaran                           : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Kelas/Semester                         : VIII (Delapan) / Genap (Tahun Pelajaran 2019/2020)
Materi Pokok                             : Q.S. Al-Furqān/25: 63, Q.S. Al-Isrā’/17: 26-27  dan Hadis tentang Rendah Hati, hemat dan hidup sederhana (Discovery Learning – Poster Session & Short Card)
Alokasi Waktu                           :  9 JP x 40 menit ( 3 Pertemuan)

A.      Tujuan Pembelajaran :
1.       Menyebutkan arti Q.S. Al-Furqan/25:63 dan Q.S. Al-Isra’/17:27  serta hadis  rendah hati, hemat dan hidup sederhana dengan benar.
2.       Menjelaskan makna isi kandungan Q.S. Al-Furqan/25:63 dan Q.S. Al-Isra’/17:27  serta hadis  rendah hati, hemat dan hidup sederhana dengan benar.
3.       Mengidentifikasi hukum bacaan alif lam syamsiyah dan alif lam qomariyah  dalam Q.S. Al-Furqan/25:63 dan Q.S. Al-Isra’/17:27  dengan benar.
4.        Mendemontrasikan bacaan  Q.S. Al-Furqan/25:63 dan Q.S. Al-Isra’/17:27 dengan tartil.
5.       Menampilkan contoh perilaku rendah hati, hemat dan hidup sederhan sebagai implementasi Q.S. Al-Furqan/25:63 dan Q.S. Al-Isra’/17:27 serta hadis terkait dengan benar.

B.      Kegiatan Pembelajaran
1.       Pendahuluan (15 Menit)
·     Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa  untuk  memulai pembelajaran
·     Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
·     Guru menstimulus dan memberikan motivasi melalui tayang video/gambar
·     Menyampaikan tujuan pembelajaran, cakupan materi dan rubrik penilaian

2.       Kegiatan Inti (90 Menit)
Pertemuan 1
Tahap 1                 : Mengumpulkan informasi yang relevan dengan mengamati, membaca dan menanya berupa tugas portofolio tentang isi kandungan Al-Qur’an dan Hadits terkait materi dalam Lembar Kerja (LK-1).
Tahap 2                 : Mempresentasikan hasil LK. 1 secara bergantian antar kelompok.
Tahap 3                 : Menyusun rancangan tugas mencari informasi tentang Ilmu Tajwid melalui Lembar Kerja (LK-2).
Pertemuan 2
Tahap 4                 : Secara berkelompok mengumpulkan data dan informasi tentang hukum bacaan tajwid pada LK-2.
Tahap 5                 : Mempresentasikan hasil LK.2 secara bergantian antar kelompok dan melatih diri dengan latihan-latihan soal.
Pertemuan 3
Tahap 6                 : Mendemostrasikan bacaan Q.S. Al-Furqan/25:63 dan Q.S. Al-Isra’/17:27 dengan tartil dan lancar sesuai hukum bacaan tajwid pada Lembar Kerja (LK-3).
Tahap 7                 : Evaluasi proses dan hasil Lembar Kerja.

3.       Penutup (15 Menit)
·         Membuat simpulan, refleksi, umpan balik, penugasan mandiri untuk mengatasi permasalahan dan menyampaikan pesan-pesan moral untuk peduli antar sesama manusia dan lingkungan.
·         Menyampaikan informasi tentang kegiatan pembelajaran yang akan datang dan berdo’a.

C.        Penilaian 
1.       Teknik Penilaian antara lain : sikap (spiritual dan sosial), pengetahuan (Tertulis, Tes Lisan dan Penugasan) dan keterampilan (praktik, proyek dan portofolio).
2.       Pembelajaran Remedial dengan tutor sebaya atau penugasan dan pengayaan melalui tugas kelompok untuk menambah wawasan mengenai materi pembelajaran terkait.

Mengetahui,
Kepala SMPN 22 Balikpapan


SUNARMI, S.Pd. M.M.
NIP. 19651205 199103 2 007

Balikpapan, 6 Januari 2020
Guru Mata Pelajaran,


  T A U F I Q, S.Pd.I
NIP : 198512102011011005

Download : RPP 1 Lembar PAI SMP Kelas 8