BAB IV
AKHLAK TERPUJI
(Tawadhu’, Ta’at, Qana’ah dan Sabar)
Akhlak disebut juga tingkah laku (perilaku), adab, watak, sifat, perangai, tabi’at, moral dan budi pekerti. Akhlak dibagi menjadi dua macam yaitu: akhlak terpuji (akhlak
mahmudah) dan akhlak tercela (akhlak madzmumah). Akhlak terpuji
(mahmudah) adalah perilaku baik yang tidak merugikan dan membahayakan orang
lain serta membawa kebaikan bagi dirinya maupun orang lain. Sedangkan akhlak
tercela (madzmumah) adalah perilaku buruk seseorang yang bisa membawa mudharat
(kejelekan) baik bagi dirinya ataupun orang disekitarnya.
MACAM-MACAM AKHLAK
NO.
|
AKHLAK
TERPUJI
|
NO.
|
AKHLAK
TERCELA
|
1.
|
Jujur
|
Bohong
|
|
2.
|
Tawadduk / Rendah hati
|
Sombong
|
|
3.
|
Ta’at / patuh
|
Ingkar
|
|
4.
|
Qona’ah / Ikhlas
|
Tamak / Rakus
|
|
5.
|
Sabar
|
Emosional / marah
|
|
6.
|
Kerja keras /semangat
|
Berpangku tangan
|
|
7.
|
Rajin / Tekun
|
Malas
|
|
8.
|
Ulet
|
Putus asa
|
|
9.
|
Teliti / Cermat
|
Ceroboh / teledor
|
|
10.
|
Disiplin
|
Bolos
|
|
11.
|
Tanggung jawab
|
Lalai
|
|
12.
|
Cerdas
|
Bodoh
|
|
13.
|
Amanah / dipercaya
|
Khiyanat
|
|
14.
|
Optimis / percaya diri
|
Pesimis
|
|
15.
|
Kerja sama
|
Egois
|
|
16.
|
Ramah
|
Pemarah
|
|
17.
|
Peduli / Suka menolong (Ta’awun)
|
Acuh / cuek
|
|
18.
|
Dermawan
|
Bakhil / Pelit / kikir
|
|
19.
|
Lapang dada
|
Iri hati / Dengki / hasad
|
|
20.
|
Adil
|
Pilih kasih / Dzalim / Diskriminasi
|
|
21.
|
Pema’af
|
Dendam
|
|
22.
|
Syukur
|
Kufur
|
|
23.
|
Bijaksana
|
Kejam
|
|
24.
|
Setia kawan
|
Pembangkang
|
|
25.
|
Cinta/ kasih sayang
|
Benci
|
|
26.
|
Hemat
|
Boros
|
|
27.
|
Mandiri
|
Manja
|
|
28.
|
Sopan santun
|
Kurang ajar
|
|
29.
|
Tepat janji
|
Ingkar janji
|
|
30.
|
Husnudzhon (prasangka baik)
|
Su’udzhon (Prasangka buruk)
|
|
31.
|
Berani (Syaja’ah)
|
Penakut
|
|
32.
|
Haya’ (malu)
|
Aniaya (kejam)
|
|
33.
|
Tawakkal
|
||
34.
|
Zuhud
|
||
35.
|
Ikhlas
|
Namimah ( adu domba/propokasi)
|
|
36.
|
Jihad
|
Fitnah
|
|
37.
|
Pemurah
|
Mengolok-olok
|
|
38.
|
Inisiatif
|
||
39.
|
Rela
|
Ghibah (menggunjing/gosip)
|
|
40.
|
Rukun / Damai (Islah)
|
Riya’
|
|
41.
|
Khusyu’
|
Sum’ah
|
|
42.
|
Khauf
|
Ujub
|
Akhlak terbentuk menjadi watak seseorang akibat beberapa faktor,
diantaranya adalah gen (keturunan), psikologis (kejiwaan), syariah
istijma’iyah (lingkungan sekitar), dan Al-Qiyam (nilai-nilai islam
yang dipelajarinya). Pada bab ini kita akan mempelajari beberapa akhlak
terpuji antara lain tawadhu’, ta’at, qana’ah dan sabar.
A.
Tawadhu’
1.
Pengertian Tawadhu’
-
Menurut
bahasa artinya rendah hati. Lawan dari sifat tawadhu’ adalah tinggi hati
dan sombong (takabbur).
-
Menurut
istilah adalah sikap tunduk dan merendahkan hati di hadapan Allah SWT. dan
tidak menyombongkan diri di hadapan manusia.
Allah SWT. berfirman dalam QS. Al-Furqan : 63
وَعِبَادُ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلَّذِينَ
يَمۡشُونَ عَلَى ٱلۡأَرۡضِ هَوۡنٗا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ ٱلۡجَٰهِلُونَ قَالُواْ
سَلَٰمٗا ٦٣
Artinya
: “dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang
berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa
mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.”
Rasulullah
SAW. bersabda:
.... وَمَا تَوَاضَعَ اَحَدٌ لِلَّهِ اِلاَّ
رَفَعَهُ اللهُ
Artinya : “ ….dan tidaklah seseorang yag tawadhu’ karena Allah,
melainkan Allah akan mengangkat derajatnya.” (HR. Muslim)
Tahukah anda apa yang diperbuat
Allah SWT. terhadap Iblis yang terkutuk? Dan apa yang diperbuat Allah kepada
Fir’aun dan tentara-tentaranya? Kepada Qarun dengan semua anak buah dan
hartanya? Dan kepada seluruh penentang Rasul-rasul Allah? Mereka semua
dibinasakan Allah SWT. karena tidak memiliki sikap tawadhu’ dan justru
sebaliknya mereka menyombongkan dirinya.
2.
Contoh Perilaku Tawadhu’
a.
Orang
kaya tidak menyombongkan hartanya, tidak boros dan tidak berlebih-lebihan.
b.
Pemimpin/penguasa
yang memiliki kedudukan tinggi di masyarakat tidak memerintah dengan
sewenang-wenang, melainkan duduk bersama dengan bawahannya.
c.
Seorang
siswa yang pandai dan memperoleh peingkat terbaik dikelasnya tetap luwes dalam
bergaul dengan teman-temannya.
d.
Menghormati
orang yang lebih tua dan menyayangi orang yang lebih muda.
e.
Tidak
balas dendam meskipun pernah disakiti oleh orang lain.
3.
Membiasakan Perilaku Tawadhu’
Perilaku tawadhu’ haruslah kita latih dan dibiasakan dalam
kehidupan sehari-hari, dengan memperhatikan beberapa hal berikut :
a.
Menyadari
bahwa kita berasal dari satu keturunan yang sama (ukhuwah insaniyah).
b.
Sehebat
apapun kita, sebanyak apapun harta kita, kita hanyalah makhluk yang terbatas.
c.
Janganlah
sombong dengan kelebihan yang kita miliki dan janganlah meremehkan orang lain
sekalipun orang tersebut cacat.
B.
Ta’at
1.
Pengertian Ta’at
-
Menurut
bahasa artinya tunduk, patuh dan senantiasa menurut kepada aturan. Lawan
dari sifat ta’at adalah membangkang (ingkar).
-
Menurut
istilah adalah sikap tunduk dan patuh
kepada Allah SWT. dan Rasul-Nya dengan senantiasa menjalankan segala
perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
Allah
SWT. berfirman dalam QS. An-Nisa : 59
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ
ءَامَنُوٓاْ أَطِيعُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُواْ ٱلرَّسُولَ وَأُوْلِي ٱلۡأَمۡرِ
مِنكُمۡۖ فَإِن تَنَٰزَعۡتُمۡ فِي شَيۡءٖ فَرُدُّوهُ إِلَى ٱللَّهِ وَٱلرَّسُولِ
إِن كُنتُمۡ تُؤۡمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِۚ ذَٰلِكَ خَيۡرٞ وَأَحۡسَنُ
تَأۡوِيلًا ٥٩
Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan
taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. kemudian jika kamu
berlainan Pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al
Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan
hari kemudian. yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik
akibatnya.” (QS. An-Nisa : 59)
Allah SWT. memberi perintah kepada hamba-Nya untuk senantiasa menaati-Nya dan
Rasul-Nya, serta taat kepada peraturan pemerintah/pemimpin (ulul amri/umara’)
selama peraturan tersebut tidak bertentangan dengan ajaran agama Islam dan
dapat membawa kemaslahatan bagi umat.
2.
Contoh Perilaku Ta’at
a.
Meyakini
dan mengamalkan rukun iman dan rukun Islam dengan penuh kesadaran dan
kesabaran.
b.
Lebih
mengutamakan menunaikan kewajiban daripada menuntut kepentingan/hak pribadi dan
golongan.
c.
Sebagai
seorang siswa dapat mengikuti peraturan dan tata tertib sekolah dengan baik.
d.
Tidak
membatah kepada orang tua di rumah.
e.
Merasa
malu untuk berbuat dosa.
C.
Qana’ah
1.
Pengertian Qana’ah
-
Menurut
bahasa artinya merasa cukup. Lawan dari sifat qana’ah adalah rakus (tamak).
-
Menurut
istilah adalah sikap rela menerima dan merasa cukup atas segala sesuatu yang
dianuhgrahkan oleh Allah SWT.kepadanya.
Allah SWT. berfirman :
۞وَمَا مِن دَآبَّةٖ فِي ٱلۡأَرۡضِ إِلَّا
عَلَى ٱللَّهِ رِزۡقُهَا وَيَعۡلَمُ مُسۡتَقَرَّهَا وَمُسۡتَوۡدَعَهَاۚ كُلّٞ فِي
كِتَٰبٖ مُّبِينٖ ٦
Artinya
: “Dan tidak ada suatu binatang melata[709] pun di bumi
melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam
binatang itu dan tempat penyimpanannya[710]. semuanya tertulis
dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (QS. Huud : 6)
[709]
Yang dimaksud binatang melata di sini ialah segenap makhluk Allah yang
bernyawa.
[710]
Menurut sebagian ahli tafsir yang dimaksud dengan tempat berdiam di sini ialah
dunia dan tempat penyimpanan ialah akhirat. dan menurut sebagian ahli tafsir
yang lain maksud tempat berdiam ialah tulang sulbi dan tempat penyimpanan ialah
rahim.
Qana’ah seharusnya merupakan sifat
dasar setiap muslim, karena sifat tersebut dapat menjadi pengendali agar tidak
surut dalam keputusasaan dan tidak terlalu maju dalam keserakahan. Qana’ah
berfungsi sebagai stabilisator dan dinamisator hidup
seorang muslim.
1.
Dikatakan stabilisator, yaitu seorang muslim yang
mempunyai sifat Qana’ah akan selalu berlapang dada, berhati tentram, merasa
kaya dan berkecukupan, bebas dari keserakahan, karena pada hakekatnya kekayaan
dan kemiskinan terletak pada hati bukan pada harta yang dimilikinya. Rasulullah SAW. bersabda :
لَيْسَ
الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ اْلاَرْضِ وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ (متفق عليه)
Artinya : “Bukanlah kekayaan itu karena banyaknya harta benda, akan
tetapi kekayaan sebenarnya adalah kekayaan hati.” (HR. Bukhari-Muslim)
2. Disamping itu Qana’ah juga berfungsi
sebagai dinamisator, yaitu kekuatan batin yang selalu mendorong
seseorang untuk meraih kemajuan hidup berdasarkan kemandirian dengan tetap
bergantung kepada karunia Allah.
Orang
yang qana’ah akan senantiasa merasa tenteram dan merasa berkecukupan terhadap
apa yang dimilikinya selama ini. Karena meyakini bahwa pada hakikatnya kekayaan
ataupun kemiskinan tidak diukur dari banyak dan sedikitnya harta. Akan tetapi,
terletak kepada kelapangan hatinya untuk menerima dan mensyukuri segala karunia
yang diberikan Allah SWT.
2.
Contoh Perilaku Qana’ah
a.
Menerima
dengan ikhlas dan lapang dada atas setiap rezeki yang diperolehnya.
b.
Selalu
berpikir positif atas setiap keberhasilan maupun kegagalan.
c.
Senantiasa
bersyukur atas segala nikmat Allah SWT.
d.
Membiasakan
diri hidup sederhana, tidak bergaya hidup mewah dan boros
e.
Tidah
mudah iri hati/dengki atas keberhasilan orang lain dan tidak tamak terhadap
harta.
D.
Sabar
1.
Pengertian Sabar
-
Menurut
bahasa artinya tahan uji, tidah mudah marah dan pantang menyerah. Lawan
dari sifat sabar adalah pemarah (egois), mudah putus asa, dan tidak
tahan uji.
-
Menurut
istilah adalah
Sabar berarti tidak mudah putus asa, tahan uji, kuat menderita, terus berusaha,
dan senantiasa bersikap tenang dalam menghadapi apapun yang terjadi.
Di dalam penerapannya sabar harus mencerminkan sikap
optimis, kerja keras, tekun, ulet, cermat, dan tangguh. Dengan demikian keliru
besar jika sabar diartikan berdiam diri dan menunggu apapun yang terjadi tanpa
berbuat sesuatu. Sabar merupakan salah satu sifat yang dicontohkan oleh
Rasulullah SAW Salah satu kunci keberhasilan
Rasulullah SAW dalam menyebarkan agama Islam adalah sifat beliau yang sangat
sabar dalam menghadapi bebagai macam ujian dan rintangan. Disamping dicontohkan
oleh Rasulullah saw. dalam kehidupan beliau, secara langsung Allah SWT juga
memerintahkan manusia untuk senantiasa berlaku sabar, perhatikan ayat-ayat
berikut ini :
Di dalam ajaran
Islam, penerapan sabar dikelompokkan menjadi 4 macam, yaitu :
·
Sabar dalam
menjaga diri dari perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT. Pada dasarnya apapun
yang dilarang oleh Allah SWT adalah sesuatu yang merugiakan manusia. Namun
syaitan selalu menggoda dan memutarbalikkan hati dan pikiran manusia bahwa larangan-larangan
Allah SWT itu adalah sesuatu yang menyenangkan dan menggiurkan. Sebagai contoh,
mengkonsumsi narkoba merupakan tindakan yang membahayakan dan merugikan
manusia, namun banyak orang yang melakukanya karena tergiur dengan kenikmatan
yang sesaat dan lupa akan bahayanya yang akan ditanggung di kemudian hari.
Orang yang menerapkan sabar dalam hal ini diwujudkan dengan cara mempunyai prinsip dan memegang teguh pendiriannya untuk
tidak goyah terhadap godaan dan rayuan yang menyesatkan.
وَٱلَّذِينَ صَبَرُواْ ٱبۡتِغَآءَ
وَجۡهِ رَبِّهِمۡ وَأَقَامُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَأَنفَقُواْ مِمَّا رَزَقۡنَٰهُمۡ
سِرّٗا وَعَلَانِيَةٗ وَيَدۡرَءُونَ بِٱلۡحَسَنَةِ ٱلسَّيِّئَةَ أُوْلَٰٓئِكَ
لَهُمۡ عُقۡبَى ٱلدَّارِ ٢٢
Artinya : “Dan
orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya,mendirikan shalat, dan
menafkahkan sebagian rezki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi
atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang
itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik),” (QS. Ar -
Ra’du : 22)
·
Sabar di dalam
menahan kesusahan hidup, musibah, cobaan, dan penderitaan. Dalam menjalani
kehidupan setiap orang pasti akan mengalami masa-masa senang dan susah, lapang
dan sempit, semua itu datang silih berhanti. Dalam keadaan senang kita tidak
boleh lupa diri, senaliknya ketika dalam kesusahan dan penderitaan juga tidak
boleh menyesali diri. Orang yang beriman diajarkan untuk sabar ketika dalam
keadaan menderita, menerima cobaan dan musibah. Orang yang tetap tabah dan
ikhlas ketika menerima musibah dan maka di mata Allah SWT sikap tabah ini
menjadi bernilai (berpahala).
·
Sabar dari
kesulitan dalam menjalankan perintah agama karena tekanan dari orang lain, baik teman, keluarga, lingkungan,
maupun penguasa yang zalim. Kadang-kadang kita dihadapkan pada situasi
lingkungan yang menghalangi kita dalam menjalankan ibadah. Misalnya, kita
berada di lingkungan teman-teman yang tidak mau melaksanakan shalat. Ketika
kita hendak menjalankan shalat dikatakan sebagai anak yang sok suci. Di sinilah
kesabaran kita adlam memegang prinsip diuji, kita tetap melaksanakan perintah
Allah SWt atau tidak. Orang yang sabar tentu tetap pada pendiriannya, dan tidak
goyah karena yang kita lakukan adalah sesuatu yang benar, jadi mengapa harus
takut? Firman Alllah SWT :
يَٰٓأَيُّهَا
ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱسۡتَعِينُواْ بِٱلصَّبۡرِ وَٱلصَّلَوٰةِۚ إِنَّ ٱللَّهَ
مَعَ ٱلصَّٰبِرِينَ ١٥٣
Artinya : “Hai
orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan
(mengerjakan) shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS.
Al Baqarah : 153)
·
Sabar dalam
menghadapi hambatan, ujian, dan rintangan dalam mencapai keinginan dan
cita-cita. Siapapun yang akan meraih cita-cita atau harapan hidup di masa
mendatang yang lebih baik, tentu tidak akan lepas dari rintangan. Jika kita
mempelajari kisah orang-orang yang sukses, maka mereka telah melalui berbagai
hambatan dan rintangan yang sangat banyak dan beragam. Wujud sabar dalam hal
ini adalah dengan menerapkan sikap tekun, ulet, teliti, tahan banting, dan
tidak mudah menyerah. Orang seperti inilah yang akan mendapatkan karunia dari
Allah SWT dan tidak didapat oleh orang yang mudah putus asa dan mudah menyerah.
Firman Allah SWT :
وَمَا يُلَقَّىٰهَآ إِلَّا
ٱلَّذِينَ صَبَرُواْ وَمَا يُلَقَّىٰهَآ إِلَّا ذُو حَظٍّ عَظِيمٖ ٣٥
Artinya : “Sifat-sifat
yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang orang yang sabar dan
tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan
yang besar.” (QS. Fussilat : 35)
2.
Contoh Perilaku Sabar
a.
Sabar
dalam mengerjakan ibadah
b.
Sabar
dalam menghadapi ujian, cobaan dan musibah
c.
Sabar
dalam menahan hawa nafsu
d.
Sabar
dalam berusaha
Tugas Pertama / Tugas Mandiri Tidak Terstruktur (Latihan):
A.
Berilah tanda silang pada jawaban a, b, c, atau d !
1.
Perilaku,
tabi’at, watak, perangai, dan tingkah laku disebut juga….
a.
Aqidah b.
Akhlaq c. Tauhid d.
Fiqih
2.
Rendah
diri/rendah hati merupakan lawan dari sifat
sombong atau takabbur. Pernyataan
tersebut adalah pengertian dari sifat….
a.
Tawaddu’ b.
Ta’at c. Qana’ah d.
Sabar
3.
Pak Adi bekerja sebagai tukang
kebun di sekolah kami. Dia selalu bekerja dengan tekun, walaupun gaji yang
diterima hanya sekedar mencukupi
kebutuhan sehari-hari keluarganya. Ia tidak pernah mengeluh, bahkan ia selalu
bersyukur dan ikhlas akan apa yang dikarunikan Allah kepadanya dan keluarganya.
Ia dan keluarganya merasa cukup dan menerima apa adanya terhadap apa yang Allah
berikan kepada mereka. Sikap keluarga Pak Adi merupakan cermin dari sifat ….
a.
Tawaddu’
b. Ta’at c. Qana’ah d. Sabar
4.
Berikut
ini merupakan contoh perilaku yang mencerminkan sifat sabar, yaitu….
a.
Alfiandi
selalu bersalaman ketika bertemu dengan gurunya.
b.
Sholin
tetap pergi ke
sekolah meskipun tidak memiliki uang saku.
c.
Nadia
diejek oleh temannya namun ia tidak membalasnya
d.
Dimas
tidak pernah meninggalkan sholat fardhu 5 waktu setiap hari.
5.
Berikut
ini merupakan contoh perilaku yang mencerminkan asma’ul husna Al-Ghaffar,
yaitu….
a.
Shindung
dan Nasik selalu saling membantu dalam mengerjakan PR
b.
Astri
selalu menggunjing bersama Dahlia di dalam kelas
c.
Niken
selalu membalas jika diejek oleh Areef
d.
Meskipun
selalu diejek oleh teman-temannya, Slamet tidak marah dan selalu mema’afkannya.
6.
Arti
dari taat adalah….
a.
Tunduk
dan patuh pada peraturan
b.
Tidak
mengikuti peraturan
c.
Menerima
apa adanya
d.
Menahan
diri dari segala cobaan
7.
Berikut
ini merupakan pembagian Sabar, kecuali….
a.
Sabar
dalam menjalankan ibadah
b.
Sabar
dalam menghadapi ujian/cobaan
c.
Sabar
dalam menerima pujian/hadiah
d.
Sabar
dalam menahan hawa nafsu
8.
Akhlak
yang terpuji disebut juga akhlak….
a.
Mazmumah b.
Mahmudah c. Khoiriyah d. Sayyi’ah
9.
إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ arti dari ayat disamping adalah….
a.
Sesungguhnya
bersama orang-orang yang ta’at
b.
Sesungguhnya
bersama orang-orang yang tawaddu’
c.
Sesungguhnya
bersama orang-orang yang sabar
d.
Sesungguhnya
bersama orang-orang yang tawakkal
10.
Nabi Ayyub a.s. diuji oleh Allah SWT dengan penyakit
kulit yang sangat parah, namun ia tidak pernah mengeluh kepada Allah terhadap
penyakitnya tersebut. Hal
ini karena nabi Ayyub a.s. memiliki sifat yang mulia yaitu….
a. Tawaddu’ b.
Ta’at c. Qana’ah d. Sabar
B. Isilah pertanyaan berikut dengan jawaban yang baik dan benar !
- Jelaskanlah
pengertian tawadlu dan tuliskan dalil naqlinya!
- Jelaskanlah
pengertian taat dan tuliskan dalil naqlinya!
- Jelaskanlah
pengertian qana’ah dan tuliskan dalil naqlinya!
- Jelaskanlah
pengertian sabar dan tuliskan dalil naqlinya!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar