Selasa, 27 September 2016

AKHLAK TERPUJI ( BAB IV. TAWADDU', TA'AT, QANA'AH DAN SABAR )

BAB IV
AKHLAK TERPUJI
(Tawadhu’, Ta’at, Qana’ah dan Sabar)
           
Akhlak disebut juga tingkah laku (perilaku), adab, watak, sifat, perangai, tabi’at, moral dan budi pekerti. Akhlak dibagi menjadi dua macam yaitu: akhlak terpuji (akhlak mahmudah) dan akhlak tercela (akhlak madzmumah). Akhlak terpuji (mahmudah) adalah perilaku baik yang tidak merugikan dan membahayakan orang lain serta membawa kebaikan bagi dirinya maupun orang lain. Sedangkan akhlak tercela (madzmumah) adalah perilaku buruk seseorang yang bisa membawa mudharat (kejelekan) baik bagi dirinya ataupun orang disekitarnya.

MACAM-MACAM AKHLAK

NO.
AKHLAK TERPUJI
NO.
AKHLAK TERCELA
1.                   
Jujur

Bohong
2.                   
Tawadduk / Rendah hati

Sombong
3.                   
Ta’at / patuh

Ingkar
4.                   
Qona’ah / Ikhlas

Tamak / Rakus
5.                   
Sabar

Emosional / marah
6.                   
Kerja keras /semangat

Berpangku tangan
7.                   
Rajin / Tekun

Malas
8.                   
Ulet

Putus asa
9.                   
Teliti / Cermat

Ceroboh / teledor
10.               
Disiplin

Bolos
11.               
Tanggung jawab

Lalai
12.               
Cerdas

Bodoh
13.               
Amanah / dipercaya

Khiyanat
14.               
Optimis / percaya diri

Pesimis
15.               
Kerja sama

Egois
16.               
Ramah

Pemarah
17.               
Peduli / Suka menolong (Ta’awun)

Acuh / cuek
18.               
Dermawan

Bakhil / Pelit / kikir
19.               
Lapang dada

Iri hati / Dengki / hasad
20.               
Adil

Pilih kasih / Dzalim / Diskriminasi
21.               
Pema’af

Dendam
22.               
Syukur

Kufur
23.               
Bijaksana

Kejam
24.               
Setia kawan

Pembangkang
25.               
Cinta/ kasih sayang

Benci
26.               
Hemat

Boros
27.               
Mandiri

Manja
28.               
Sopan santun

Kurang ajar
29.               
Tepat janji

Ingkar janji
30.               
Husnudzhon (prasangka baik)

Su’udzhon (Prasangka buruk)
31.               
Berani (Syaja’ah)

Penakut
32.               
Haya’ (malu)

Aniaya (kejam)
33.               
Tawakkal


34.               
Zuhud


35.               
Ikhlas

Namimah ( adu domba/propokasi)
36.               
Jihad

Fitnah
37.               
Pemurah

Mengolok-olok
38.               
Inisiatif


39.               
Rela

Ghibah (menggunjing/gosip)
40.               
Rukun / Damai (Islah)

Riya’
41.               
Khusyu’

Sum’ah
42.               
Khauf

Ujub
Akhlak terbentuk menjadi watak seseorang akibat beberapa faktor, diantaranya adalah gen (keturunan), psikologis (kejiwaan), syariah istijma’iyah (lingkungan sekitar), dan Al-Qiyam (nilai-nilai islam yang dipelajarinya). Pada bab ini kita akan mempelajari beberapa akhlak terpuji antara lain tawadhu’, ta’at, qana’ah dan sabar.

A.    Tawadhu’
1.      Pengertian Tawadhu’
-          Menurut bahasa artinya rendah hati. Lawan dari sifat tawadhu’ adalah tinggi hati dan sombong (takabbur).
-          Menurut istilah adalah sikap tunduk dan merendahkan hati di hadapan Allah SWT. dan tidak menyombongkan diri di hadapan manusia.

Allah SWT. berfirman dalam QS. Al-Furqan : 63
وَعِبَادُ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلَّذِينَ يَمۡشُونَ عَلَى ٱلۡأَرۡضِ هَوۡنٗا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ ٱلۡجَٰهِلُونَ قَالُواْ سَلَٰمٗا ٦٣
Artinya : “dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.”

Rasulullah SAW. bersabda:
   .... وَمَا تَوَاضَعَ اَحَدٌ لِلَّهِ اِلاَّ رَفَعَهُ اللهُ
Artinya : “ ….dan tidaklah seseorang yag tawadhu’ karena Allah, melainkan Allah akan mengangkat derajatnya.” (HR. Muslim)

Tahukah anda apa yang diperbuat Allah SWT. terhadap Iblis yang terkutuk? Dan apa yang diperbuat Allah kepada Fir’aun dan tentara-tentaranya? Kepada Qarun dengan semua anak buah dan hartanya? Dan kepada seluruh penentang Rasul-rasul Allah? Mereka semua dibinasakan Allah SWT. karena tidak memiliki sikap tawadhu’ dan justru sebaliknya mereka menyombongkan dirinya.

2.      Contoh Perilaku Tawadhu’
a.       Orang kaya tidak menyombongkan hartanya, tidak boros dan tidak berlebih-lebihan.
b.      Pemimpin/penguasa yang memiliki kedudukan tinggi di masyarakat tidak memerintah dengan sewenang-wenang, melainkan duduk bersama dengan bawahannya.
c.       Seorang siswa yang pandai dan memperoleh peingkat terbaik dikelasnya tetap luwes dalam bergaul dengan teman-temannya.
d.      Menghormati orang yang lebih tua dan menyayangi orang yang lebih muda.
e.       Tidak balas dendam meskipun pernah disakiti oleh orang lain.

3.      Membiasakan Perilaku Tawadhu’
Perilaku tawadhu’ haruslah kita latih dan dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari, dengan memperhatikan beberapa hal berikut :
a.       Menyadari bahwa kita berasal dari satu keturunan yang sama (ukhuwah insaniyah).
b.      Sehebat apapun kita, sebanyak apapun harta kita, kita hanyalah makhluk yang terbatas.
c.       Janganlah sombong dengan kelebihan yang kita miliki dan janganlah meremehkan orang lain sekalipun orang tersebut cacat.
B.     Ta’at

1.      Pengertian Ta’at
-          Menurut bahasa artinya tunduk, patuh dan senantiasa menurut kepada aturan. Lawan dari sifat ta’at adalah membangkang (ingkar).
-          Menurut istilah adalah  sikap tunduk dan patuh kepada Allah SWT. dan Rasul-Nya dengan senantiasa menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

 Allah SWT. berfirman dalam QS. An-Nisa : 59
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ أَطِيعُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُواْ ٱلرَّسُولَ وَأُوْلِي ٱلۡأَمۡرِ مِنكُمۡۖ فَإِن تَنَٰزَعۡتُمۡ فِي شَيۡءٖ فَرُدُّوهُ إِلَى ٱللَّهِ وَٱلرَّسُولِ إِن كُنتُمۡ تُؤۡمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِۚ ذَٰلِكَ خَيۡرٞ وَأَحۡسَنُ تَأۡوِيلًا ٥٩
           
Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. kemudian jika kamu berlainan Pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (QS. An-Nisa : 59)

Allah SWT. memberi perintah kepada hamba-Nya untuk senantiasa menaati-Nya dan Rasul-Nya, serta taat kepada peraturan pemerintah/pemimpin (ulul amri/umara’) selama peraturan tersebut tidak bertentangan dengan ajaran agama Islam dan dapat membawa kemaslahatan bagi umat.
               
2.      Contoh Perilaku Ta’at
a.       Meyakini dan mengamalkan rukun iman dan rukun Islam dengan penuh kesadaran dan kesabaran.
b.      Lebih mengutamakan menunaikan kewajiban daripada menuntut kepentingan/hak pribadi dan golongan.  
c.       Sebagai seorang siswa dapat mengikuti peraturan dan tata tertib  sekolah dengan baik.
d.      Tidak membatah kepada orang tua di rumah.
e.       Merasa malu untuk berbuat dosa.

C.    Qana’ah
1.      Pengertian Qana’ah

-          Menurut bahasa artinya merasa cukup. Lawan dari sifat qana’ah adalah rakus (tamak).
-          Menurut istilah adalah sikap rela menerima dan merasa cukup atas segala sesuatu yang dianuhgrahkan oleh Allah SWT.kepadanya.

Allah SWT. berfirman :
۞وَمَا مِن دَآبَّةٖ فِي ٱلۡأَرۡضِ إِلَّا عَلَى ٱللَّهِ رِزۡقُهَا وَيَعۡلَمُ مُسۡتَقَرَّهَا وَمُسۡتَوۡدَعَهَاۚ كُلّٞ فِي كِتَٰبٖ مُّبِينٖ ٦
Artinya : “Dan tidak ada suatu binatang melata[709] pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya[710]. semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (QS. Huud : 6)

[709] Yang dimaksud binatang melata di sini ialah segenap makhluk Allah yang bernyawa.
[710] Menurut sebagian ahli tafsir yang dimaksud dengan tempat berdiam di sini ialah dunia dan tempat penyimpanan ialah akhirat. dan menurut sebagian ahli tafsir yang lain maksud tempat berdiam ialah tulang sulbi dan tempat penyimpanan ialah rahim.

Qana’ah seharusnya merupakan sifat dasar setiap muslim, karena sifat tersebut dapat menjadi pengendali agar tidak surut dalam keputusasaan dan tidak terlalu maju dalam keserakahan. Qana’ah berfungsi sebagai stabilisator dan dinamisator hidup seorang muslim.
1.      Dikatakan stabilisator, yaitu seorang muslim yang mempunyai sifat Qana’ah akan selalu berlapang dada, berhati tentram, merasa kaya dan berkecukupan, bebas dari keserakahan, karena pada hakekatnya kekayaan dan kemiskinan terletak pada hati bukan pada harta yang dimilikinya. Rasulullah SAW. bersabda :
لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ اْلاَرْضِ وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ (متفق عليه)
Artinya : “Bukanlah kekayaan itu karena banyaknya harta benda, akan tetapi kekayaan sebenarnya adalah kekayaan hati.” (HR. Bukhari-Muslim)
2.      Disamping itu Qana’ah juga berfungsi sebagai dinamisator, yaitu kekuatan batin yang selalu mendorong seseorang untuk meraih kemajuan hidup berdasarkan kemandirian dengan tetap bergantung kepada karunia Allah.
Orang yang qana’ah akan senantiasa merasa tenteram dan merasa berkecukupan terhadap apa yang dimilikinya selama ini. Karena meyakini bahwa pada hakikatnya kekayaan ataupun kemiskinan tidak diukur dari banyak dan sedikitnya harta. Akan tetapi, terletak kepada kelapangan hatinya untuk menerima dan mensyukuri segala karunia yang diberikan Allah SWT.

2.      Contoh Perilaku Qana’ah
a.       Menerima dengan ikhlas dan lapang dada atas setiap rezeki yang diperolehnya.
b.      Selalu berpikir positif atas setiap keberhasilan maupun kegagalan.  
c.       Senantiasa bersyukur atas segala nikmat Allah SWT.
d.      Membiasakan diri hidup sederhana, tidak bergaya hidup mewah dan boros
e.       Tidah mudah iri hati/dengki atas keberhasilan orang lain dan tidak tamak terhadap harta.

D.    Sabar
1.      Pengertian Sabar

-          Menurut bahasa artinya tahan uji, tidah mudah marah dan pantang menyerah. Lawan dari sifat sabar adalah pemarah (egois), mudah putus asa, dan tidak tahan uji.
-          Menurut istilah adalah Sabar berarti tidak mudah putus asa, tahan uji, kuat menderita, terus berusaha, dan senantiasa bersikap tenang dalam menghadapi apapun yang terjadi.
Di dalam penerapannya sabar harus mencerminkan sikap optimis, kerja keras, tekun, ulet, cermat, dan tangguh. Dengan demikian keliru besar jika sabar diartikan berdiam diri dan menunggu apapun yang terjadi tanpa berbuat sesuatu. Sabar merupakan salah satu sifat yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW Salah satu kunci keberhasilan Rasulullah SAW dalam menyebarkan agama Islam adalah sifat beliau yang sangat sabar dalam menghadapi bebagai macam ujian dan rintangan. Disamping dicontohkan oleh Rasulullah saw. dalam kehidupan beliau, secara langsung Allah SWT juga memerintahkan manusia untuk senantiasa berlaku sabar, perhatikan ayat-ayat berikut ini :
Di dalam ajaran Islam, penerapan sabar dikelompokkan menjadi 4 macam, yaitu :

·         Sabar dalam menjaga diri dari perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT. Pada dasarnya apapun yang dilarang oleh Allah SWT adalah sesuatu yang merugiakan manusia. Namun syaitan selalu menggoda dan memutarbalikkan hati dan pikiran manusia bahwa larangan-larangan Allah SWT itu adalah sesuatu yang menyenangkan dan menggiurkan. Sebagai contoh, mengkonsumsi narkoba merupakan tindakan yang membahayakan dan merugikan manusia, namun banyak orang yang melakukanya karena tergiur dengan kenikmatan yang sesaat dan lupa akan bahayanya yang akan ditanggung di kemudian hari. Orang yang menerapkan sabar dalam hal ini diwujudkan dengan cara mempunyai  prinsip dan memegang teguh pendiriannya untuk tidak goyah terhadap godaan dan rayuan yang menyesatkan.

وَٱلَّذِينَ صَبَرُواْ ٱبۡتِغَآءَ وَجۡهِ رَبِّهِمۡ وَأَقَامُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَأَنفَقُواْ مِمَّا رَزَقۡنَٰهُمۡ سِرّٗا وَعَلَانِيَةٗ وَيَدۡرَءُونَ بِٱلۡحَسَنَةِ ٱلسَّيِّئَةَ أُوْلَٰٓئِكَ لَهُمۡ عُقۡبَى ٱلدَّارِ ٢٢

Artinya : “Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya,mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik),” (QS. Ar - Ra’du : 22)

·         Sabar di dalam menahan kesusahan hidup, musibah, cobaan, dan penderitaan. Dalam menjalani kehidupan setiap orang pasti akan mengalami masa-masa senang dan susah, lapang dan sempit, semua itu datang silih berhanti. Dalam keadaan senang kita tidak boleh lupa diri, senaliknya ketika dalam kesusahan dan penderitaan juga tidak boleh menyesali diri. Orang yang beriman diajarkan untuk sabar ketika dalam keadaan menderita, menerima cobaan dan musibah. Orang yang tetap tabah dan ikhlas ketika menerima musibah dan maka di mata Allah SWT sikap tabah ini menjadi bernilai (berpahala).
·         Sabar dari kesulitan dalam menjalankan perintah agama karena tekanan dari orang  lain, baik teman, keluarga, lingkungan, maupun penguasa yang zalim. Kadang-kadang kita dihadapkan pada situasi lingkungan yang menghalangi kita dalam menjalankan ibadah. Misalnya, kita berada di lingkungan teman-teman yang tidak mau melaksanakan shalat. Ketika kita hendak menjalankan shalat dikatakan sebagai anak yang sok suci. Di sinilah kesabaran kita adlam memegang prinsip diuji, kita tetap melaksanakan perintah Allah SWt atau tidak. Orang yang sabar tentu tetap pada pendiriannya, dan tidak goyah karena yang kita lakukan adalah sesuatu yang benar, jadi mengapa harus takut? Firman Alllah SWT :

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱسۡتَعِينُواْ بِٱلصَّبۡرِ وَٱلصَّلَوٰةِۚ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلصَّٰبِرِينَ ١٥٣

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al Baqarah : 153)

·         Sabar dalam menghadapi hambatan, ujian, dan rintangan dalam mencapai keinginan dan cita-cita. Siapapun yang akan meraih cita-cita atau harapan hidup di masa mendatang yang lebih baik, tentu tidak akan lepas dari rintangan. Jika kita mempelajari kisah orang-orang yang sukses, maka mereka telah melalui berbagai hambatan dan rintangan yang sangat banyak dan beragam. Wujud sabar dalam hal ini adalah dengan menerapkan sikap tekun, ulet, teliti, tahan banting, dan tidak mudah menyerah. Orang seperti inilah yang akan mendapatkan karunia dari Allah SWT dan tidak didapat oleh orang yang mudah putus asa dan mudah menyerah. Firman Allah SWT :

وَمَا يُلَقَّىٰهَآ إِلَّا ٱلَّذِينَ صَبَرُواْ وَمَا يُلَقَّىٰهَآ إِلَّا ذُو حَظٍّ عَظِيمٖ ٣٥

Artinya : “Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar.” (QS. Fussilat : 35)    

2.      Contoh Perilaku Sabar
a.       Sabar dalam mengerjakan ibadah
b.      Sabar dalam menghadapi ujian, cobaan dan musibah
c.       Sabar dalam menahan hawa nafsu
d.      Sabar dalam berusaha







Tugas Pertama / Tugas Mandiri Tidak Terstruktur (Latihan):
A.    Berilah tanda silang pada jawaban a, b, c, atau d !

1.      Perilaku, tabi’at, watak, perangai, dan tingkah laku disebut juga….
a.       Aqidah                                    b. Akhlaq                    c. Tauhid                                 d. Fiqih
2.      Rendah diri/rendah hati merupakan lawan dari sifat sombong atau takabbur. Pernyataan tersebut adalah pengertian dari sifat….
a.       Tawaddu’                    b. Ta’at                                    c. Qana’ah                               d. Sabar
3.      Pak Adi bekerja sebagai tukang kebun di sekolah kami. Dia selalu bekerja dengan tekun, walaupun gaji yang diterima hanya sekedar mencukupi kebutuhan sehari-hari keluarganya. Ia tidak pernah mengeluh, bahkan ia selalu bersyukur dan ikhlas akan apa yang dikarunikan Allah kepadanya dan keluarganya. Ia dan keluarganya merasa cukup dan menerima apa adanya terhadap apa yang Allah berikan kepada mereka. Sikap keluarga Pak Adi merupakan cermin dari sifat ….
a.       Tawaddu’                    b. Ta’at                        c. Qana’ah                               d. Sabar
4.      Berikut ini merupakan contoh perilaku yang mencerminkan sifat sabar, yaitu….  
a.       Alfiandi selalu bersalaman ketika bertemu dengan gurunya.
b.      Sholin tetap pergi  ke sekolah meskipun tidak memiliki uang saku.
c.       Nadia diejek oleh temannya namun ia tidak membalasnya
d.      Dimas tidak pernah meninggalkan sholat fardhu 5 waktu setiap hari.
5.      Berikut ini merupakan contoh perilaku yang mencerminkan asma’ul husna Al-Ghaffar, yaitu….  
a.       Shindung dan Nasik selalu saling membantu dalam mengerjakan PR
b.      Astri selalu menggunjing bersama Dahlia di dalam kelas
c.       Niken selalu membalas jika diejek oleh Areef
d.      Meskipun selalu diejek oleh teman-temannya, Slamet tidak marah dan selalu mema’afkannya.
6.      Arti dari taat adalah….
a.       Tunduk dan patuh pada peraturan
b.      Tidak mengikuti peraturan
c.       Menerima apa adanya
d.      Menahan diri dari segala cobaan 
7.      Berikut ini merupakan pembagian Sabar, kecuali….
a.       Sabar dalam menjalankan ibadah
b.      Sabar dalam menghadapi ujian/cobaan
c.       Sabar dalam menerima pujian/hadiah
d.      Sabar dalam menahan hawa nafsu 
8.      Akhlak yang terpuji disebut juga akhlak….
a.       Mazmumah                 b. Mahmudah              c. Khoiriyah                            d. Sayyi’ah 
9.        إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ    arti dari ayat disamping adalah….   
a.       Sesungguhnya bersama orang-orang yang ta’at
b.      Sesungguhnya bersama orang-orang yang tawaddu’
c.       Sesungguhnya bersama orang-orang yang sabar
d.      Sesungguhnya bersama orang-orang yang tawakkal 
10.  Nabi Ayyub a.s. diuji oleh Allah SWT dengan penyakit kulit yang sangat parah, namun ia tidak pernah mengeluh kepada Allah terhadap penyakitnya tersebut. Hal ini karena nabi Ayyub a.s. memiliki sifat yang mulia yaitu….
a.       Tawaddu’                    b. Ta’at                        c. Qana’ah                   d. Sabar

B. Isilah pertanyaan berikut dengan jawaban yang baik dan benar !

  1. Jelaskanlah pengertian tawadlu dan tuliskan dalil naqlinya!
  2. Jelaskanlah pengertian taat dan tuliskan dalil naqlinya!
  3. Jelaskanlah pengertian qana’ah dan tuliskan dalil naqlinya!
  4. Jelaskanlah pengertian sabar dan tuliskan dalil naqlinya!







Tidak ada komentar:

Posting Komentar